Tersangka Bom Boston baru dua tahun belakangan salat lima waktu

Sabtu, 20 April 2013 13:09 Reporter : Pandasurya Wijaya
Tersangka Bom Boston Tamerlan Tsarnaev. ©meltybuzz.fr

Merdeka.com - Dalam jumpa pers di Kota Toronto, Kanada, kemarin, bibi tersangka Bom Boston, Maret Tsarnaeva, mengatakan Tamerlan Tsarnaev (26) baru dua tahun belakangan menjadi muslim taat dan menjalankan salat lima waktu.

Dia juga tidak percaya jika keponakannya itu menjadi pelaku Bom Boston yang menewaskan tiga orang dan melukai ratusan lainnya, seperti dilansir surat kabar the Daily Mail, Sabtu (20/4).

"Tamerlan tadinya bukan muslim taat. Tapi baru belakangan ini, mungkin dua tahun ini dia mulai rajin salat lima waktu," kata dia.

Tamerlan tewas dalam baku tembak dengan polisi Kamis malam di wilayah Watertown, Negara Bagian Massachusetts, Amerika Serikat. Sementara adiknya Dzhokhar Tsarnaev, 19, kini telah ditangkap dan dirawat di Rumah Sakit Beth Israel Deaconess Medical Center, Boston, setelah pengepungan tadi malam di Watertown.

Bibi tersangka berkeras meminta bukti kepada polisi mengenai keterlibatan keponakannya itu dalam Bom Boston yang terjadi Senin lalu.

"Kita membicarakan tiga orang tewas dan ratusan lainnya terluka. Saya tidak percaya keponakan saya melakukannya. Saya tidak yakin mereka mampu melakukan serangan itu."

Maret Tsarnaeva juga membenarkan Tamerlan memiliki istri dan seorang putri berumur tiga tahun. "Dia punya istri dan seorang putri tiga tahun di Boston. Dia menemukan cintanya dan dia sangat bahagia dengan anaknya." [fas]

Topik berita Terkait:
  1. Bom Boston
  2. Amerika Serikat
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.