Terduga Kasus Pembunuhan Jamal Khashoggi Bunuh Diri di Penjara Turki

Selasa, 30 April 2019 14:10 Reporter : Merdeka
Terduga Kasus Pembunuhan Jamal Khashoggi Bunuh Diri di Penjara Turki Ilustrasi Bunuh Diri. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Satu dari dua orang yang ditahan di Turki atas tuduhan spionase dikabarkan bunuh diri di dalam sel tahanan, Minggu (28/4). Tahanan ini diidentifikasi bernama Zaki Hasan dan dituduh sebagai mata-mata untuk Uni Emirat Arab (UEA). Ia ditemukan gantung diri di selnya di penjara Silivri, barat Istanbul.

Hasan ditemukan tergantung di pintu kamar mandi di selnya oleh penjaga penjara ketika akan memberinya makanan pada Minggu pagi. Demikian disampaikan Kantor kejaksaan Istanbul dalam pernyataannya.

Seorang pejabat Turki lain yang anonim mengatakan, investigasi telah dimulai dan dilakukan autopsi terhadap jenazah Hasan. Zaki Hasan dan satu tersangka lain ditangkap bersama oleh otoritas Turki pada 15 April 2019.

Keduanya mengaku memata-matai sejumlah figur yang dianggap sebagai pembangkang Arab di luar negeri. Wilayah operasi mereka diduga mencakup kawasan Turki.

Pejabat Turki yang anonim juga mengatakan pihaknya turut menyelidiki kemungkinan kaitan dua orang itu dengan pembunuhan jurnalis Arab Saudi, Jamal Khashoggi, yang tewas di Istanbul. Demikian dilansir dari BBC, Selasa (30/4).

Empat hari usai penangkapan, keduanya didakwa atas tuduhan spionase politik, militer dan internasional setelah mengaku bertindak atas kepentingan UEA untuk memata-matai pembangkang dan mahasiswa yang mengasingkan diri di luar negeri. Pada saat penahanan mereka, pejabat Turki mengatakan salah satu dari dua tersangka telah tiba di Turki hanya beberapa hari setelah pembunuhan Jamal Khashoggi pada 2 Oktober 2018. Tersangka lain tiba kemudian untuk membantu rekannya.

Keduanya kemudian diidentifikasi oleh TRT Arab, anak badan penyiar negara Turki, sebagai warga Palestina. Disebutkan Zaki Hasan adalah pensiunan pejabat intelijen senior Palestina berusia 55 tahun. UEA sejauh ini belum mengomentari kematian Hasan atau penangkapannya.

Sementara itu, Turki belum memastikan apakah Hasan dan satu tersangka lain yang ditangkap benar-benar berkaitan dengan pembunuhan Jamal Khashoggi.

Jamal Khashoggi --kritikus terkemuka terhadap pemimpin de facto Arab Saudi, Pangeran Muhammad bin Salman-- dibunuh oleh agen-agen dari Riyadh di Konsulat Saudi di Istanbul pada Oktober 2018. Saat itu Jamal Khashoggi memasuki konsulat untuk mengurus dokumen pernikahannya namun tak pernah kembali.

Reporter: Rizki Akbar Hasan
Sumber: Liputan6 [pan]

Topik berita Terkait:
  1. Jamal Khashoggi
  2. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini