Tentara Junta Myanmar Bakar Satu Desa untuk Tekan Pasukan Perlawanan Anti Militer

Kamis, 17 Juni 2021 11:43 Reporter : Hari Ariyanti
Tentara Junta Myanmar Bakar Satu Desa untuk Tekan Pasukan Perlawanan Anti Militer Ratusan rumah penduduk dibakar saat bentrokan pasukan keamanan dan gerilyan. ©2021 REUTERS

Merdeka.com - Pasukan pemerintah di Myanmar membakar sebuah desa di pusat negara tersebut, seperti diungkapkan seorang penduduk pada Rabu, mengonfirmasi laporan media independen dan jaringan sosial.

Tindakan itu nampaknya sebuah upaya untuk menekan perlawanan terhadap junta militer yang berkuasa.

Serangan ini merupakan contoh terbaru bagaimana kekerasan telah menjadi endemik di sejumlah wilayah Myanmar dalam beberapa bulan terakhir ketika junta ingin mengalahkan pemberontakan yang meluas di seluruh negeri.

Setelah tentara menggulingkan kekuasaan pada 1 Februari, gerakan pembangkangan sipil tanpa kekerasan muncul untuk melawan penguasa militer, namun junta merespons dengan kekerasan.

Foto-foto dan video desa Kinma di wilayah Magway yang beredar di media sosial pada Rabu menunjukkan sebagian besar desa itu rata dilalap si jago merah dan hewan ternak yang hangus.

Seorang penduduk yang dihubungi melalui telepon mengatakan hanya 10 dari 237 rumah yang tersisa.

Penduduk yang tak mau disebutkan namanya ini mengatakan, sebagian besar penduduk telah lari menyelamatkan diri ketika tentara menembakkan senjata saat memasuki desa tersebut sebelum tengah hari pada Selasa.

Dia mengatakan, dia percaya tentara mencari anggota pasukan pertahanan desa yang dibentuk untuk melindungi desa dari pasukan junta dan polisi. Para pasukan desa ini hanya bersenjatakan senapan berburu yang dirakit sendiri.

Pasukan pertahanan desa telah memberikan peringatan sebelumnya kepada warga terkait kedatangan pasukan junta, jadi hanya empat atau lima orang yang tersisa di desa itu ketika tentara mulai menggeledah rumah warga pada sore hari. Setelah tidak menemukan apa-apa, pasukan junta mulai membakar rumah-rumah warga.

“Ada beberapa hutan dekat desa kami. Sebagian besar dari kami melarikan diri ke dalam hutan,” ujarnya, dilansir Channel News Asia, Kamis (17/6).

Warga ini mengatakan dia yakin ada tiga korban jiwa, seorang bocah yang merupakan penggembala kambing yang ditembak di paha, dan pasangan lansia yang tidak bisa melarikan diri. Dia yakin pasangan itu meninggal karena beberapa laporan media mengatakan mereka hilang.

Ditanya apakah dia berencana kembali ke desanya, dia mengatakan: “Tidak, kami tidak berani. Menurut kami ini belum berakhir. Kami masih berpindah-pindah ke desa lain. Bahkan walaupun kami pulang ke desa kami, tidak ada tempat tinggal lahi karena semuanya terbakar.” [pan]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini