Temuan Air di Asteroid, Benarkah Kehidupan di Bumi Berawal dari Luar Angkasa?

Sabtu, 24 September 2022 09:09 Reporter : Merdeka
Temuan Air di Asteroid, Benarkah Kehidupan di Bumi Berawal dari Luar Angkasa? Ilustrasi asteroid. ©shutterstock.com/Molodec

Merdeka.com - Tim ilmuwan berhasil menemukan bukti air pada asteroid yang berasal dari 300 juta kilometer dari Bumi. Temuan baru ini diyakini dapat memberikan pemahaman baru mengenai dugaan bahwa kehidupan di Bumi berasal dari luar angkasa.

Bukti adanya air ditemukan ketika tim ilmuwan menganalisis sampel debu dan batu asteroid seberat 5.4 gram.

Dalam penelitian yang dipublikasi pada Jurnal Science tersebut, tim ilmuwan menemukan tetesan berupa air berkarbonasi yang mengandung garam dan bahan organik di batu asteroid yang dinamakan Ryugu.

Temuan ini memperkuat teori bahwa asteroid seperti Ryugu atau asteroid induknya yang lebih besar, mampu “menyediakan air, yang mengandung garam dan bahan organik dalam tabrakan dengan Bumi,” kata Tomoki Nakamura, ilmuwan dari Universitas Tohoku, dikutip dari AFP, Jumat (23/9).

“Tetasan air ini memiliki arti besar,” ujar Nakamura.

“Banyak peneliti percaya bahwa air dibawa (dari luar angkasa) tetapi kami benar-benar menemukan air di Ryugu, sebuah asteroid dekat Bumi, untuk pertama kalinya,” lanjutnya.

Sebelumnya debu dan batu yang berasal dari asteroid Ryugu dikumpulkan oleh pesawat tak berawak milik Badan Penjelajahan Antariksa Jepang bernama Hayabusa-2.

Temuan ini menunjukkan bahwa air mampu bertahan di asteroid.

“Fakta bahwa air ditemukan dalam sampel itu sendiri sangat mengejutkan, mengingat kerapuhannya dan kemungkinan hancur di luar angkasa,” jelas ahli astrobiologi dan profesor emeritus Universitas Nasional Yokohama, Kensei Kobayashi.

“Itu menunjukkan bahwa asteroid mengandung air - dalam bentuk cairan dan bukan hanya es - dan bahan organik mungkin telah dihasilkan di air itu,” lanjutnya.

Kini sampel debu dan batu asteroid itu dibagi di antara tim ilmuwan berasal dari Jepang, Amerika Serikat, Inggris, Prancis, Italia, dan China untuk memaksimalkan peluang penemuan baru.

Reporter Magang: Theofilus Jose Setiawan

Baca juga:
Arab Saudi akan Kirim Astronot Perempuan Pertama ke Luar Angkasa
Sudah Siap Meluncur, Roket Artemis I NASA Batal ke Bulan
NASA Tangkap Suara Misterius dari Lubang Hitam
Teleskop James Webb Deteksi Keberadaan C02 di Atmosfer Planet Lain

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini