Taliban bunuh tiga pegawai televisi di Pakistan

Minggu, 19 Januari 2014 08:05 Reporter : Vincent Asido Panggabean
Taliban bunuh tiga pegawai televisi di Pakistan Taliban. ©Reuters

Merdeka.com - Sejumlah penyerang bersenjata Taliban membunuh tiga orang yang bekerja untuk sebuah televisi swasta di Kota Karachi, Pakistan selatan, dua hari lalu.

Penyerang yang naik motor menembak mati teknisi, penjaga keamanan dan supir yang bekerja untuk Express TV, seperti dilansir surat kabar the News International, Sabtu (18/1).

Juru bicara Taliban Sajjad Mohmand mengatakan dalam pembicaraan telepon dengan Reuters, pihaknya bertanggung jawab atas serangan tersebut.

"Kami akan terus menyerang media jika mereka tidak menghentikan propaganda yang menentang Islam dan Taliban," kata dia.

Mantan juru bicara Taliban Ehsanullah Ehsan mengatakan kepada televisi itu, mereka diserang karena Taliban menganggap liputan televisi itu berat sebelah dan Taliban akan terus menyerang wartawan yang tidak sepaham dengan mereka.

Express TV diserang dua kali pada tahun lalu dan sejumlah pegawainya cedera.

Lima wartawan tewas di Pakistan tahun lalu. Komite Perlindungan Wartawan menyatakan Pakistan merupakan salah satu negara paling berbahaya di dunia bagi wartawan.

Pakistan dilanda serangan-serangan bom bunuh diri dan penembakan yang menewaskan lebih dari 5.200 orang sejak pasukan pemerintah menyerbu sebuah masjid yang menjadi tempat persembunyian militan di Islamabad pada Juli 2007.

Kekerasan sektarian meningkat sejak gerilyawan Sunni memperdalam hubungan dengan militan Al-Qaidah dan Taliban, setelah Pakistan bergabung dalam operasi pimpinan Amerika Serikat untuk menumpas militansi setelah serangan 11 September 2001 di Amerika.

Pakistan juga mendapat tekanan internasional yang meningkat agar menumpas kelompok militan di wilayah barat laut negara itu dan zona suku, di tengah meningkatnya serangan-serangan lintas batas gerilyawan terhadap pasukan internasional di Afghanistan.

Para pejabat Amerika mengobarkan perang melalui pesawat tak berawak terhadap para komandan Taliban dan Al-Qaidah di kawasan suku di sebelah barat laut, di mana militan bersembunyi di daerah pegunungan yang berada di luar kendali langsung pemerintah Pakistan.

Pasukan Amerika menyatakan daerah perbatasan itu digunakan kelompok militan sebagai tempat untuk melakukan pelatihan, penyusunan kembali kekuatan, dan peluncuran serangan terhadap pasukan koalisi di Afghanistan.

Islamabad mendesak Amerika mengakhiri serangan-serangan pesawat tanpa awak mereka, sementara Washington menuntut Pakistan mengambil tindakan menentukan untuk menumpas jaringan terorisme. [fas]

Baca juga:
Remaja Pakistan penghadang bom bunuh diri diberi penghargaan
Malala sumbang uang Rp 98 juta buat keluarga Aitizaz Hasan
Musharraf harus berobat ke Amerika
Ledakan bom tewaskan 20 tentara Pakistan

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Pakistan
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini