'Tak ada secerah harapan pun dalam krisis di Qatar'

Senin, 28 Mei 2018 07:29 Reporter : Ira Astiana
'Tak ada secerah harapan pun dalam krisis di Qatar' Pertemuan Liga Arab. ©Reuters

Merdeka.com - Hubungan diplomatik yang diputus oleh negara-negara Teluk Arab terhadap Qatar belum dipulihkan sejak tahun lalu. Bahkan krisis yang melanda Qatar kali ini, belum ditemui solusinya hingga sekarang.

Sebagai salah satu negara tetangga, Bahrain menyebut tidak ada secercah harapan pun untuk menyelesaikan pertikaian antara Qatar dan negara-negara tetangganya.

"Informasi yang kami dapatkan hingga saat ini menunjukkan bahwa tidak ada secercah harapan untuk solusi krisis Qatar. Sebab, masalah ini tidak terjadi secara tiba-tiba," kata Menteri Luar Negeri Bahrain, Sheikh Khalid bin Ahmed al-Khalifa dikutip dari Reuters, Minggu (27/5).

Sebagaimana diketahui, Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA), Bahrain, dan Mesir memutuskan hubungan diplomatik dan perdagangan dengan Qatar sejak Juni tahun lalu. Negara-negara tersebut menuding Qatar berada di pihak Iran dalam mendukung terorisme.

Qatar sendiri menyangkal tuduhan tersebut dan mengatakan bahwa pemboikotan dilakukan oleh negara-negara tetangganya bertujuan untuk menundukkan kedaulatannya dan mengendalikan dukungan untuk reformasi.

Awalnya, negara-negara tersebut memblokir impor ke Qatar yang langsung memicu penarikan miliaran dolar dari bank-bank negara tersebut oleh para depositor dari empat negara bagian.

Menanggapi blokade tersebut, negara pengekspor gas alam cair dunia tersebut segera segera mengembangan rute perdagangan baru dan mengerahkan puluhan miliar dolar dari total kekayaan negara untuk melindungi para pemberi pinjaman domestiknya.

Perselisihan ini juga membuat Qatar berupaya membangun mediasi dengan Amerika Serikat. Kedua negara memiliki aliansi kuat karena memiliki ketakutan yang sama, yakni perpecahan di antara sekutu Muslim Sunni bisa membawa keuntungan bagi Iran.

Menurut Menlu Khalifa, Qatar justru memperpanjang krisis dengan membawa kasus ini ke negara sekutu Barat, bukan menyelesaikannya dengan negara blok Arab Teluk.

"Kami mengharapkan sejak awal krisis ini bahwa Emir Qatar akan ke Saudi untuk menyelesaikan krisis ini, tetapi hal itu tidak dilakukan," ujarnya.

Selain itu, para pejabat Saudi dan UAE juga mengatakan bahwa Qatar belum memenuhi 13 tuntutan yang dibuat oleh empat negara, termasuk menutup stasiun televisi Al Jazeera yang didanai oleh negara dan menjaga jarak dengan Iran.

Menteri Negara Urusan Luar Negeri UEA, Anwar Gargash, mengatakan bahwa Qatar tidak menangani tuntutan tersebut secara bijaksana.

"Mungkin setelah lewat satu tahun pemboikotan ini dilakukan, Qatar baru akan mendapat pemikiran baru dan pendekatan yang lebih bijaksana," tulisnya di laman Twitter. [did]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini