Tak Ada Masa Depan Bagi Pencari Suaka yang Hidup Tanpa Kepastian

Rabu, 4 September 2019 08:16 Reporter : Pandasurya Wijaya
Tak Ada Masa Depan Bagi Pencari Suaka yang Hidup Tanpa Kepastian Ratusan imigran pencari suaka demo di kantor IOM. ©2019 Merdeka.com/Abdullah Sani

Merdeka.com - Beberapa tenda dan pakaian yang tergantung di tali jemuran masih menghiasi gedung bekas Markas Kodim, Kalideres, Jakarta Selatan Senin lalu. Di tempat itu Ahmad, pengungsi dari Afghanistan, dan para pencari suaka lainnya bertahan menyambung hidup dari dana bantuan UNHCR, badan PBB untuk urusan pengungsi.

Menurut Ahmad, dana bantuan dari UNHCR yang sebesar Rp1 juta itu tidak cukup untuk membiayai hidup sehari-hari.

"Saya juga tidak tahu apakah uang ini diberikan secara terus-menerus atau hanya satu kali saja," kata Ahmad.

Siang itu dia bersama pencari suaka lainnya yang berasal dari negara konflik berunjuk rasa di halaman Kodim mengungkapkan kekesalan kepada petugas UNHCR karena Pemrov DKI meminta tempat itu dikosongkan dari para pencari suaka sebab bantuan dari Pemrov DKI dihentikan mulai 31 Agustus kemarin dan selanjutnya mereka menjadi tanggungan UNHCR.

Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM menyebut bahwa UNHCR memiliki beberapa kriteria untuk mengirim imigran dari negara transit ke negara tujuan. Mulai dari tidak memiliki latar belakang kriminal, memiliki tanda persekusi dan keberadaan imigran terancam jiwanya di negara asal.

"Tugas UNHCR itu yang nanti akan menentukan apakah dia layak untuk diberikan status sebagai pengungsi atau seperti apa, mereka punya kriteria," kata Kepala Humas Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM, Agung Sampurno kepada merdeka.com, Februari tahun lalu.

Agung menyebut biasanya tujuan para pencari suaka di Indonesia adalah Australia. Sebab dilihat dari letak geografis, Indonesia bertetangga dengan Australia. Tak hanya alasan geografis, para imigran datang ke Indonesia lantaran pemerintah telah menerapkan kebijakan bebas visa kepada wisatawan mancanegara. Program yang semulanya untuk menggerakkan roda ekonomi dari sektor pariwisata ini dimanfaatkan para imigran. Setelah berada di Indonesia mereka lantas mendaftarkan diri sebagai pencari suaka di kantor perwakilan UNCHCR.

Baca Selanjutnya: Negara Tujuan Membatasi Kuota Pengungsi...

Halaman

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Pencari Suaka
  3. Pengungsi
  4. Imigran
  5. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini