Tak Ada Manusia, Hewan-hewan Ini Pun Jadi 'Pengantin Bom' ISIS dan Taliban

Jumat, 6 September 2019 07:17 Reporter : Pandasurya Wijaya
Tak Ada Manusia, Hewan-hewan Ini Pun Jadi 'Pengantin Bom' ISIS dan Taliban Keledai. REUTERS

Merdeka.com - Berperang selama lima tahun melawan pasukan koalisi pimpinan Amerika Serikat membuat kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) banyak kehilangan anggota dan wilayah yang dikuasainya. ISIS terkenal dengan aksi sadis mereka menghabisi tawanan di Irak dan Suriah. Tak jarang pula ISIS melancarkan serangan bom bunuh diri menyasar pasukan koalisi.

Kejayaan ISIS kini kian memudar dan mereka masih berusaha memberikan perlawanan dengan menyerang warga sipil di sejumlah wilayah di Irak dan Suriah. ISIS menggunakan berbagai cara untuk melakukan perlawanan, termasuk memanfaatkan hewan sebagai 'pengantin bom bunuh diri'.

Tak hanya ISIS, kelompok militan Taliban di Afghanistan juga memakai cara yang sama untuk menyerang pasukan Afghanistan dan Amerika Serikat. Berikut beberapa hewan yang dijadikan 'pengantin bom bunuh diri' oleh ISIS dan Taliban hasil rangkuman merdeka.com dari berbagai sumber:

1 dari 3 halaman

Taliban Pakai Keledai jadi Pengebom Bunuh Diri

Empat tahun lalu sebuah bom yang diikatkan di bagian belakang seekor keledai meledak dan menewaskan satu orang polisi serta melukai tiga warga sipil di Distrik Alingar, Provinsi Laghman, bagian timur Afghanistan.

Situs asiaone.com melaporkan, Jumat (5/4/2015), Juru bicara Pemerintah Provinsi Laghman, Sarhadi Zwak, mengatakan bom itu sebelumnya sudah diatur dan diledakkan ketika keledai itu berjalan mendekati sebuah pos polisi.

"Bom itu diletakkan di belakang dan diledakkan dari jauh. Satu polisi mati syahid dan tiga warga sipil terluka," kata dia. Gubernur Laghman, Fazlullah Mojadidi, membenarkan insiden itu serta jumlah korban yang jatuh.

Para pejabat Provinsi Laghman menuding penyerangan itu dilakukan oleh kelompok milisi Taliban yang saat ini tengah melancarkan pemberontakan terhadap pemerintah Afghanistan, yang dipercaya didukung oleh Barat, sejak mereka digulingkan ketika Amerika Serikat melancarkan operasi di Afghanistan pada akhir 2001 lalu.

Meski cara bom bunuh diri dengan menggunakan keledai termasuk jarang terjadi di Afghanistan, namun terkadang hewan ini digunakan milisi Taliban untuk mendekati para targetnya.

Pada Agustus tahun lalu, sebuah bom yang diikatkan ke sebuah keledai meledak di jantung Provinsi Ghor dan menewaskan seorang kepala polisi setempat serta melukai tiga polisi lainnya.

2 dari 3 halaman

Ayam jadi Pengantin Bom ISIS

Kelompok radikal Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS), kini tak lagi gunakan manusia dan mobil sebagai media melakukan pemboman, melainkan ayam. Hewan berkaki dua itu diikat dengan bom yang akan meledak nantinya.

Penggunaan ayam dinilai berhasil mengelabui pengintaian. Ayam tersebut juga dapat dikendalikan dari jarak jauh.

Sebuah foto diunggah di portal resmi ISIS memberi nama ayam itu 'ayam bunuh diri', namun keaslian foto itu masih belum bisa diverifikasi, seperti dilansir laman the Express, Senin, (20/7/2015).

Pasukan ISIS diketahui telah kehabisan amunisi perang, sehingga menggunakan mediator yang bernilai kerugian yang kecil. Minimnya persenjataan dan sumber daya manusia menjadikan kelompok radikal tersebut mencari dampak besar yang bermodal sederhana.

3 dari 3 halaman

ISIS Pasang Bom ke Sapi untuk Serang Warga Irak

Kelompok militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) dikenal kerap melancarkan serangan bom bunuh diri. Namun seiring dengan melemahnya kekuatan dan berkurangnya personel mereka, ISIS kini punya taktik baru: menggunakan hewan sebagai pengebom bunuh diri.

Dilansir dari laman the New York Times, Kamis (5/9), menurut juru bicara kepolisian di Provinsi Diyala, Irak, Kolonel Ghalib Al-Atyia, Sabtu lalu penduduk di Desa Al Islah melihat sebuah pemandangan aneh: dua ekor sapi dipasangi rompi bom berjalan-jalan di sebelah utara desa.

Kedua hewan itu kemudian mendekati rumah-rumah warga dan bom itu diledakkan dari jarak jauh. Kedua hewan itu mati seketika dan bom merusak rumah terdekat dengan ledakan tapi tidak ada korban jiwa.

Menurut pengamatan Al Atyia, peristiwa itu menandakan ISIS kekuatannya kian melemah setelah bertempur melawan pasukan Irak yang didukung Amerika Serikat selama empat tahun dan mereka kini mulai kekurangan anggota untuk melakukan aksi teror.

Memakai sapi untuk melancarkan serangan bom termasuk strategi yang aneh di Irak. Sapi biasanya dihargai cukup mahal, sekitar USD 1.200 atau setara Rp 16 juta untuk diambil daging dan susunya.

Sejumlah saksi mengaku tidak pernah melihat sapi mati mengenaskan dengan cara seperti itu.

Kolonel Al-Atyia mengatakan serangan sapi itu menyiratkan beberapa tujuan ISIS, yang utama adalah ingin memberi tahu bahwa mereka masih bercokol di wilayah itu. Memasangi sapi dengan bom lalu mengirimnya ke sebuah desa berarti anggota ISIS berada tidak jauh dari lokasi untuk meledakkan bom dari suatu jarak tertentu.

Selain itu, ISIS ingin mengintimidasi penduduk desa supaya mereka bisa menguasai daerah itu sebagai kawasan itu dekat dengan jalan menuju provinsi sekitar. [pan]

Baca juga:
Menhan Ungkap Ada Kelompok di Papua Terafiliasi ISIS yang Serukan Jihad
ISIS Pasangi Sapi dengan Rompi Bom untuk Meneror Warga Irak
Paham ISIS Perlahan Menyebar di Kamp Pengungsi Suriah
Militan ISIS Tewas Akibat Drone yang sedang Dioperasikannya Meledak
China Peringatkan Dunia, ISIS Kembali Bangkit di Suriah

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini