Taj Mahal Dibuka Kembali Setelah Enam Bulan Ditutup Akibat Pandemi Covid-19

Senin, 21 September 2020 17:14 Reporter : Merdeka
Taj Mahal Dibuka Kembali Setelah Enam Bulan Ditutup Akibat Pandemi Covid-19 Ilustrasi Taj Mahal. Ilustrasi shutterstock.com

Merdeka.com - Bangunan bersejarah Taj Mahal di India kini telah dibuka kembali bagi pengunjung setelah enam bulan ditutup akibat pandemi Covid-19.

Mengutip laman BBC News, Senin (21/9), pihak berwenang mengatakan akan ada pemeriksaan suhu di pintu masuk, dan pengunjung akan diminta menggunakan metode pembayaran digital untuk membeli tiket, dan meskipun pengunjung dapat mengambil swafoto tapi foto berkelompok tidak diperbolehkan.

Tempat yang biasanya ramai oleh antrean keluar masuk turis itu kini hanya diperbolehkan untuk 5.000 pengunjung setiap hari dan harus tetap menerapkan protokol keamanan Covid-19.

Gautam Sharma, salah satu pengunjung Taj Mahal yang berkendara dari Delhi pada hari Senin mengatakan, dia telah menunggu hari itu selama berbulan-bulan.

“Saya tahu tidak banyak orang akan datang pada saat ini, jadi saya pikir akan aman untuk mengunjungi monumen ini dalam hari-hari pertama dibuka kembali,” jelasnya.

2 dari 2 halaman

Yogesh Kumar Singh, seorang jurnalis lokal juga mengatakan akan menarik untuk melihat bagaimana pihak berwenang menegakkan aturan keselamatan ketika turis dalam kelompok besar mulai mengunjungi situs tersebut.

Taj Mahal dikelilingi oleh taman tempat pengunjung menghabiskan banyak waktu berjalan-jalan serta berpose untuk foto. Namun bangunan itu sendiri merupakan ruang tertutup nyaris tanpa ventilasi, sehingga rentan terhadap penularan Covid-19.

Saat ini India telah melaporkan lebih dari lima juta kasus positif Covid-19, dan Uttar Pradesh tempat Taj Mahal berada memiliki angka tertinggi kelima di negara itu.

Reporter Magang: Galya Nge [pan]

Baca juga:
Ada Virus Corona di Kemasan Cumi-Cumi Impor, China Minta Warga Pembeli Tes Covid-19
Sidang Parlemen India Dipersingkat karena 30 Anggota Positif Covid-19
Dua Penelitian Buktikan Virus Corona Bisa Menyebar di Dalam Pesawat Terbang
Johns Hopkins University Medicine, Indonesia Urutan ke-23 Dunia Kasus Covid-19
Pejabat Kesehatan AS Sebut Pakai Masker Lebih Ampuh dari Suntik Vaksin
Masjid Al-Aqsa Ditutup Tiga Pekan karena Kasus Covid-19 Melonjak
WHO: Jangan Harap Ada Cukup Vaksin Untuk Hidup Bisa Kembali Normal Sampai 2022
Kasus Positif Covid-19 di India Tembus 5 Juta, Rumah Sakit Rebutan Oksigen

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini