Survei: Rakyat Israel lebih suka Trump ketimbang Obama

Kamis, 5 Juli 2018 16:40 Reporter : Pandasurya Wijaya
Barack Obama bertemu Donald Trump. ©REUTERS/Kevin Lamarque

Merdeka.com - Harian terkemuka Israel, Haaretz, kemarin merilis hasil survei terkait Hari Kemerdekaan Amerika Serikat. Dari hasil survei itu terungkap sebanyak 49 persen responden 'setuju' dengan Trump sedangkan 22 persen lainnya 'tidak setuju' dan 23 persen lagi 'agak setuju'.

Namun ketika ditanya soal Barack Obama, hanya 19 persen responden menyatakan setuju dengan presiden kulit hitam pertama AS itu sedangkan 46 persen lagi tidak setuju. Sebanyak 30 persen lainnya mengatakan 'agak setuju'.

Trump tahun lalu mengunjungi Israel dalam perjalanan luar negerinya yang pertama sebagai presiden dan melawat ke Tembok Ratapan di Yerusalem. Dia menjadi presiden AS pertama yang melakukan ritual itu. Desember lalu Trump kemudian menjadi presiden AS pertama yang mengumumkan Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Lalu pada Mei kemarin AS memindahkan kedutaan besar dari Tel Aviv ke Yerusalem.

Dilansir dari laman the Times of Israel, Kamis (5/7), namun menurut lembaga survei lain, di dalam negeri Trump hanya mendapat persetujuan sebanyak 41,8 persen.

Dari jajak pendapat Haaretz, sebanyak 44 responden meyakini rancangan perdamaian dalam konflik dengan Palestina akan menguntungkan Israel. Sedangkan tujuh persen lainnya mengatakan rancangan itu akan menguntungkan Palestina.

Hareetz juga menanyakan apakah rakyat Israel setuju jika mayoritas warga Yahudi AS pindah ke Israel.

Secara keseluruhan sebanyak 50 persen responden menyatakan setuju orang Yahudi AS bermigrasi ke AS sementara hanya 40 persen kelompok sekuler Israel yang setuju dengan migrasi itu dan 43 persen lainnya tidak setuju. Sebanyak 88 persen Yahudi Ortodoks ingin warga Yahudi AS pindah ke Israel. [pan]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini