Sumbang ISIS, pejabat Malaysia dicokok polisi

Kamis, 16 Oktober 2014 11:01 Reporter : Ardyan Mohamad
Sumbang ISIS, pejabat Malaysia dicokok polisi Pejabat Malaysia ditangkap polisi karena jadi donatur ISIS. ©2014 Merdeka.com/Istimewa/Polisi Diraja Malaysia

Merdeka.com - Pejabat eselon di Kementerian Energi, Teknologi Hijau, dan Air Malaysia dicokok Polisi Kerajaan. Dia menjadi donator organisasi teror Negara Islam Irak dan Syam (ISIS), seperti dilansir the Star, Kamis (16/10).

Inspektur Jenderal Polisi Diraja Malaysia Tan Sri Khalid Abu Bakar menjelaskan, sang pejabat berusia 37 itu ditangkap bersama 12 tersangka lain. Si pejabat adalah donatur dari aktivitas rekrutmen calon teroris.

Sedangkan belasan tersangka lain tugasnya mempromosikan ISIS di Facebook. Sebagian berhasil merekrut beberapa orang untuk dikirim ke Irak dan Suriah, termasuk hendak diberangkatkan adalah remaja 14 tahun.

"Kami mengawasinya sejak awal tahun ini, dia diyakini donatur utama aktivitas militan di Malaysia," kata Abu Bakar.

Pejabat itu diduga memiliki dua tangan kanan lain untuk mendanai terorisme. Mereka semua masih berkaitan dengan Kelompok Abu Sayyaf di Mindanao, Filipina Selatan.

Penangkapan dilakukan di restoran Shah Alam, Kuala Lumpur, awal pekan ini. Beberapa tersangka lain dicokok kemarin malam di kawasan Damansara.

Abu Bakar menegaskan kepolisian terus melacak seluruh sel yang berusaha mempromosikan ISIS. Bagi yang ketahuan, akan langsung ditahan. "Terorisme tidak punya tempat di negara ini," tandasnya.

Tahun ini, sudah 36 orang ditahan Kepolisian Diraja Malaysia karena berhubungan dengan jaringan teror maupun ISIS. Pemerintah Negeri Jiran meningkatkan kewaspadaan setelah muncul laporan intelijen Agustus lalu, bahwa pejuang khilafah Islamiyah ingin membangun jaringan di Malaysia, Indonesia, hingga Thailand. [ard]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Ekstremis ISIS
  3. Malaysia
  4. Terorisme
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini