Sulitnya jadi Yahudi Israel

Selasa, 24 September 2013 09:02 Reporter : Ardini Maharani
Sulitnya jadi Yahudi Israel

Merdeka.com - Mungkin saat ini sangat sulit menjadi seorang warga Israel. Gara-gara ulah pemerintahannya selalu bersitegang dan mengeluarkan kebijakan kontroversial berhubungan dengan Palestina, serta sekelompok ekstremis Israel pembenci Arab, dan dunia Islam, sejagat jadi sangat membenci. Terutama sekali kelompok muslim garis keras. Mereka mengincar kepala bangsa Zionis itu.

Kemarin surat kabar the New York Daily melansir (23/9) dua serdadu Israel sudah tewas di Tepi Barat, tempat disebut-sebut relatif aman dibandingkan Jalur Gaza dikuasai Hamas. Gaza tidak pernah ramah pada Israel siapa pun mereka. Hamas memilih melempar roket-roketnya ketimbang negosiasi dengan Negeri Bintang Daud itu terkait wilayah.

Sementara Tepi Barat dikuasai Fatah memilih untuk lebih lunak pada Israel. Namun lunaknya mereka harus dibayar mahal. Perdana Menteri Benjamin Netanyahu tetap bersikeras membangun permukiman warga Yahudi di tanah Tepi Barat. Bibi, panggilan Netanyahu, tidak peduli dengan kecaman internasional.

Dengan alasan kebencian cukup akut pada Israel, dua warga Palestina membunuh para prajurit Yahudi itu. Selain alasan rasa nasionalisme, ada pula alasan saudaranya telah ditahan Israel tanpa tuduhan dan bukti selama bertahun-tahun.

Kelompok Al Shabaab merupakan sayap dari Al-Qaidah juga menjadi salah satu kelompok tidak menyukai keberadaan Israel di tengah masyarakat dunia. Mereka memburu warga Zionis dimana pun mereka berada dan mengumpulkan informasi tempat berkumpulnya banyak warga Yahudi.

Terpilihlah pusat perbelanjaan Westgate. Tidak sembarangan Ini lantaran pemilik mal merupakan taipan berdarah Yahudi, seperti dilansir surat kabar the New York Times (23/9).

Bukan kali ini saja Al Shabaab mencoba menghabisi Israel. Pada 2002 mereka menyerang sebuah hotel milik warga Israel. Hotel terletak di pantai itu hingga kini sepi pengunjung sebab pada takut dengan aksi terorisme terulang kembali.

Masih di tahun sama dengan penyerangan hotel, Al Shabaab menargetkan sebuah pesawat komersial milik Israel. Mereka juga secara rutin mengintimidasi warga Israel khususnya tinggal di Afrika dan sekitarnya.

Di dalam gedung, warga Israel lumayan banyak menjadi korban baik terluka maupun 68 tewas. Bahkan Al Shabaab menanyakan pada setiap sandera pengetahuan soal Islam seperti siapakah nama ayah atau ibu Nabi Muhammad. Mereka yang non-Islam langsung ditembak mati, sementara yang Islam disuruh menjawab dengan benar, jika tidak bakal menyusul meregang nyawa.

Israel diserang tak hanya saat ini di Kenya. Di Belgia pada 2010 lalu sekelompok turis Israel menjadi korban peledakan bom mobil. Kali ini pihak Taliban mengaku bertanggung jawab atas ledakan itu. [din]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini