Subvarian Baru Virus Corona Kebal Antibodi yang Dipicu Vaksinasi & Infeksi Omicron

Sabtu, 25 Juni 2022 07:27 Reporter : Hari Ariyanti
Subvarian Baru Virus Corona Kebal Antibodi yang Dipicu Vaksinasi & Infeksi Omicron Covid-19 varian Omicron. ©AFP

Merdeka.com - Subvarian virus corona Omicron BA.4 dan BA.5 tampak kebal terhadap respons antibodi pada orang yang pernah terkena infeksi Covid dan mereka yang telah divaksinasi penuh serta booster. Ini merupakan data baru dari para peneliti di Beth Israel Deaconess Medical Center Fakultas Kedokteran Harvard.

Kendati demikian, vaksinasi Covid-19 masih diharapkan bisa memberikan perlindungan substansial terhadap penyakit parah. Para pembuat vaksin saat ini sedang bekerja memperbarui vaksinnya yang dapat memberikan perlindungan yang lebih kuat terhadap subvarian baru ini.

Menurut penelitian baru yang diterbitkan di New England Journal of Medicine pada Rabu tersebut, tingkat antibodi penetralisir yang muncul karena infeksi atau vaksinasi sebelumnya lebih rendah dalam mencegah subvarian BA.4 dan BA.5 dibandingkan dengan virus corona asli.

"Kami mengamati pengurangan tiga kali lipat titer antibodi penetralisir yang disebabkan oleh vaksinasi dan infeksi terhadap BA4 dan BA5 dibandingkan dengan BA1 dan BA2, yang secara substansial sudah lebih rendah daripada varian Covid-19 asli," jelas Dr. Dan Barouch, penulis makalah dan direktur Pusat Penelitian Virologi dan Vaksin di Beth Israel Deaconess Medical Center di Boston kepada CNN.

"Data kami menunjukkan subvarian Omicron baru ini kemungkinan akan dapat menyebabkan lonjakan infeksi pada populasi dengan tingkat kekebalan vaksin yang tinggi serta kekebalan BA1 dan BA2 alami," lanjut Barouch dalam surelnya, dikutip dari laman CNN.

"Namun, kemungkinan kekebalan vaksin masih akan memberikan perlindungan substansial terhadap penyakit parah dengan BA4 dan BA5."

Berdasarkan data Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Amerika Serikat (CDC), BA.4 dan BA.5 menyebabkan sekitar 35 persen infeksi Covid baru di AS pekan lalu, naik dari 29 persen pekan sebelumnya.

Menurut CDC, BA.4 dan BA.5 merupakan varian yang menyebar paling cepat yang dilaporkan sampai saat ini, dan dua varian ini diperkirakan bakal mendominasi penularan Covid di AS, Inggris, dan sebagian wilayah Eropa dalam beberapa pekan ke depan.

2 dari 2 halaman

Dalam makalah yang terbit di New England Journal of Medicine, di antara 27 peneliti peserta yang divaksinasi dan divaksinasi booster dengan vaksin Pfizer/BioNTech, para peneliti menemukan dua minggu setelah dosis vaksin booster, tingkat antibodi penetralisir terhadap subvarian Omicron jauh lebih rendah daripada responsnya terhadap virus corona asli.

Di antara 27 peserta yang sebelumnya telah terinfeksi dengan subvarian BA.1 atau BA.2 rata-rata 29 hari sebelumnya, para peneliti menemukan hasil yang serupa.

Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menentukan apa sebenarnya arti level antibodi penetralisir untuk efektivitas vaksin dan apakah temuan serupa akan muncul di antara kelompok peserta yang lebih besar.

"Data kami menunjukkan bahwa Covid-19 masih memiliki kapasitas untuk bermutasi lebih lanjut, memicu lonjakan penularan," tulis Barouch.

"Ketika pembatasan pandemi dicabut, penting bagi kita untuk tetap waspada dan terus mempelajari varian dan subvarian baru saat mereka muncul." [pan]

Baca juga:
Kasus Subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 Terdeteksi di 143 Pasien
Omicron BA5.1 Mengamuk di Makau, Restoran dan Tempat Hiburan Ditutup
Di Depok Muncul 6 Kasus Baru Diduga Varian BA4 dan BA5, Petugas Lakukan Tracing
IDI: Pandemi Masih Jauh dari Kata Selesai
Cegah Pariwisata Kembali Terpukul, Menteri Sandiaga Minta Waspada Varian Baru Omicron

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini