Suburnya kekayaan Khamenei di tengah himpitan sanksi Iran

Rabu, 13 November 2013 08:05 Reporter : Vincent Asido Panggabean
Suburnya kekayaan Khamenei di tengah himpitan sanksi Iran Ali Khamenei. middleeast.about.com

Merdeka.com - Tujuh tahun lalu, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan dunia Barat mulai memberikan sanksi ekonomi yang lebih keras kepada Teheran. Namun di waktu yang sama, sebuah organisasi yang dikendalikan oleh pemimpin tertinggi Iran Ayatullah Ali Khamenei mulai belajar bagaimana mengembangkan pengendalian ekonomi untuk tumbuh dengan cepat.

Setad, nama organisasi itu, telah mengumpulkan miliaran dolar Amerika dalam sektor properti yang disita dari warga Iran. Setad memutuskan bahwa apa yang menjadi kekurangan dan kebutuhan Iran adalah para konglomerat setara dengan orang-orang dari Korea Selatan, Jepang, Brasil, dan Amerika Serikat, seperti dilansir kantor berita Reuters, Selasa (12/11).

Menurut sebuah laporan tahun ini oleh seorang pejabat senior di unit yang mengawasi investasi keuangan Setad, Ashraf Ali Afkhami, organisasi itu juga memilih kandidat yang sempurna untuk menciptakan juara nasional di Iran, yakni Setad itu sendiri.

Organisasi Ayatullah itu mengakuisisi saham di sebuah bank besar pada 2007 dan di perusahaan telekomunikasi terbesar di Negeri Mullah itu pada 2009. Di antara puluhan investasi lainnya, Setad juga telah mengambil alih perusahaan holding raksasa di tahun 2010.

Sebuah bagan organisasi dengan label 'Setad dalam sebuah kilasan,' dibuat pada 2010 pleh salah satu perusahaan Setad, menunjukkan bagaimana Reuters melihat Setad sebagai sebuah gambaran betapa besarnya organisasi itu telah tumbuh. Dokumen itu menunjukkan kepemilikan Setad di bank-bank besar, perusahaan pialang, asuransi, pembangkit listrik, beberapa perusahaan energi dan konstruksi, kilang, sebuah perusahaan semen dan manufaktur minuman ringan.

Saat ini, operasional Setad yang luas telah menyediakan sebuah sumber mandiri dari pendapatan dan perlindungan untuk Khamenei, bahkan di saat dunia Barat menekan perekonomian Iran dengan keras melalui sanksi, dalam upayanya untuk mengakhiri program pengembangan nuklir Iran yang dikontrol Khamenei.

"Ketika Anda memiliki uang sebanyak ini, itu adalah kekuatan tersendiri," ujar Mohsen Sazegara, salah seorang pendiri korps militer Garda Revolusi yang kuat, kini tinggal di pengasingan di Amerika.

Bahkan di saat Setad mendapatkan lebih besar kontrol atas perekonomian Iran dalam beberapa tahun terakhir, dunia Barat tahu mengenai organisasi itu dan keterkaitannya dengan sang pemimpin spiritual, yakni seseorang dengan kekuatan untuk menghentikan program pengayaan uranium Teheran. Tetapi mereka beralih dengan hati-hati, dan Setad secara garis besar luput diri tekanan luar negeri.

Pada Juni lalu, Departemen Keuangan Amerika Serikat memasukkan Setad dan 37 perusahaan mereka ke dalam daftar sanksi entitas yang diawasi, tapi Khamenei tidak masuk dalam daftar itu. Namun, seorang pejabat keuangan kemudian memberitahu sebuah komite Senat bahwa Setad dikendalikan oleh kantor sang pemimpin tertinggi Iran itu.

Ketika ditanya kenapa Khamenei tidak ditargetkan, pejabat Amerika mengatakan kepada Reuters mereka tidak mau 'bermain' terhadap tangan para pejabat Iran yang tetap bertahan pada pemikiran bahwa tujuan utama Washington dalam menekan Iran dengan memberikan sanksi adalah untuk menggulingkan pemerintahan.

"Perubahan rezim bukan kebijakan kami," kata salah seorang pejabat Amerika. "Tetapi tentu saja kami akan menempatkan tekanan pada rezim ini."

Namun, di saat Setad merasakan tekanan, mereka sudah menjadi sebuah organisasi raksasa.

Terungkapnya laporan kekayaan Khamenei melalui organisasi Setad ini muncul setelah kantor berita Reuters melakukan penelusuran selama enam bulan. Khamenei diketahui memiliki kerajaan bisnis senilai Rp 1.098 triliun. Nilai itu jauh lebih besar ketimbang pendapatan Iran dari bisnis minyak bumi.

Organisasi yang kurang banyak diketahui publik ini merupakan salah satu kunci Khamenei menguasai bisnis itu. Organisasi Setad bergerak hampir di semua sektor industri Iran, dari mulai keuangan, minyak, telekomunikasi, obat-obatan pengontrol kelahiran, bahkan peternakan burung unta.

Setad juga telah membangun jaringan dalam ribuan transaksi properti milik warga Iran dari aliran minoritas Syiah di luar negeri.

Penelusuran Reuters yang tertuang dalam tiga seri laporan itu memperlihatkan bagaimana Setad bisa menguasai sebuah properti yang terbengkalai melalui pengadilan.

Setad bahkan kini bisa memonopoli keputusan pengadilan atas nama sang pemimpin spiritual. Organisasi itu kerap mengadakan lelang properti bernilai jutaan dollar.

Pada bulan Mei tahun ini saja Setad telah melelang 300 properti dengan total nilai jutaan dollar Amerika. [fas]

Topik berita Terkait:
  1. Iran
  2. Ali Khamenei
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini