Suara militer suara Tuhan di Thailand

Jumat, 22 Agustus 2014 08:02 Reporter : Ardini Maharani
Suara militer suara Tuhan di Thailand Kepala Angkatan Darat Thailand Jenderal Prayuth Chan-ocha. straitstimes.com

Merdeka.com - Sejak junta militer Thailand merebut pemerintahan dipimpin mantan Perdana Menteri Yingluck Shinawatra banyak ahli politik meramalkan petinggi militer siapa pun itu bakal berada di tampuk penguasa yang menjalani roda negara. Prediksi mereka terbukti. Kemarin Negeri Gajah Putih ini secara resmi menunjuk panglima angkatan bersenjata Jenderal Prayuth Chan Ocha.

Mulai dari pemerintahan diambil alih atas instruksinya, Prayuth membentuk anggota parlemen dipilihnya sendiri. Dia mengamankan suara telak dari legislatif. Dari 197 Majelis Legislatif nasional, Prayuth memperoleh 191 suara di Ibu Kota Bangkok. 

"Itu tidak mengejutkan sama sekali," ujar Paul Chambers, direktur riset dari Institut Hubungan Negara Asia Tenggara, seperti dilansir oleh majalah TIME (21/8). Menurutnya tidak ada tokoh kuat lain dalam parlemen bentukan itu selain sang jenderal. Jika mereka dicalonkan pun mereka tidak akan bersedia bersaing dengan Prayuth.

Hanya saja posisi perdana menteri ini harus mendapat dukungan resmi dari Raja Thailand Bhumibol Adulyadej. Meski semua hanya formalitas, namun ini dianggap penting untuk meraup kepercayaan rakyat. Jika raja sudah memberikan anugerahnya, lengkap sudah titel kekuasaan dikumpulkan oleh Prayuth, yakni komandan tertinggi militer, pemimpin junta, dan pemimpin roda pemerintah.

"Saya tidak bisa memikirkan al lain dalam sejarah Thailand. Mereka mempunyai komandan tentara, perdana menteri, dan pemimpin junta militer pada waktu yang sama," ujar Chambers.

Kelompok hak asasi Human Rights Watch memberi label ini sebagai penghargaan tertinggi atas kediktatoran. Ini bakal menyebabkan kritik keras dari lawan politik, media, dan akademisi seperti mereka menentang kudeta oleh militer. Demokrasi di Thailand masih cacat sebab hak dasar dan kebebasan bersuara belum pulih sepenuhnya dari tekanan angkatan bersenjata. 

Dengan diangkatnya Prayuth, Thailand mengukuhkan diri menjadi negara junta militer paling kuat abad ini. Pengalihan kekuasaan pada tentara ini sudah terjadi 12 kali sejak berakhirnya sistem kekuasaan monarki absolut atau kepemimpinan di tangan raja pada 1932. [din]

Topik berita Terkait:
  1. Thailand
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini