Spanyol ancam tangkap 700 wali kota Catalan jelang referendum kemerdekaan

Kamis, 14 September 2017 08:35 Reporter : Pandasurya Wijaya
Peringatan Hari Nasional Catalonia. ©REUTERS

Merdeka.com - Kantor Kejaksaan Spanyol kemarin mengumumkan akan menangkap 712 wali kota Catalan yang mendukung referendum pada 1 Oktober mendatang. Madrid memandang referendum itu ilegal.

Polisi sudah diperintahkan untuk menahan para wali kota yang menolak jika dipanggil kejaksaan untuk dimintai keterangan.

Dikutip dari laman Deutsche Welle, Rabu (13/9), pemerintah pro-separatis Catalonia sebelumnya meminta 947 wali kota di wilayah timur laut Spanyol untuk menyediakan fasilitas tempat pemungutan suara bagi warga untuk mengikuti referendum kemerdekaan dari Spanyol mendatang.

Sebanyak 700 wali kota sudah menyatakan bersedia akan menyiapkan tempat pemungutan suara itu. Sejauh ini wali kota Barcelona belum memberikan keputusan.

Perdana Menteri Mariano Rajoy menyatakan dia berjanji untuk mencegah referendum Catalonia. Dia beralasan, konstitusi Spanyol 1978 melarang pemerintah daerah menggelar referendum kemerdekaan.

"Kalau ada yang menyuruh Anda pergi ke tempat pemungutan suara, jangan pergi, karena referendum tidak boleh dilakukan. Ini jelas tindakan ilegal," kata Rajoy kemarin.

Raja Spanyol Felipe VI akhirnya buat pertama kalinya berkomentar soal krisis politik ini.

Raja Felipe mengatakan rakyat harus menghormati konstitusi Spanyol yang melarang referendum. Dia menyatakan konstitusi akan menang melawan segala upaya yang bisa memecah belah Spanyol. [pan]

Topik berita Terkait:
  1. Spanyol
  2. Jakarta
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.