Setelah Badai Eta, Kini Badai Iota Kategori Maksimum Melanda Pantai Nikaragua

Selasa, 17 November 2020 15:37 Reporter : Merdeka
Setelah Badai Eta, Kini Badai Iota Kategori Maksimum Melanda Pantai Nikaragua Ilustrasi Badai. ©REUTERS/Steve Nesius

Merdeka.com - Badai Iota menghantam pantai Karibia Nikaragua Senin malam, mengancam kerusakan dahsyat di bagian yang sama di Amerika Tengah yang sudah dilanda Badai Eta yang sama kuatnya dua minggu lalu.

Iota telah menghantam pantai Karibia di Nikaragua dan Honduras dengan hujan lebat dan angin kencang.

Mengutip laman AP News, Selasa (17/11) Iota telah meningkat menjadi badai Kategori 5 yang sangat berbahaya di pagi hari, tetapi Pusat Badai Nasional AS mengatakan badai itu sedikit melemah ke Kategori 4, dengan kecepatan angin maksimum 155 mph (250 kph). Pusatnya mendarat sekitar 30 mil (45 kilometer) di selatan kota Puerto Cabezas di Nikaragua, juga dikenal sebagai Bilwi.

Badai Iota datang ke darat hanya 15 mil (25 kilometer) selatan tempat Badai Eta menghantam pada 3 November, juga sebagai badai Kategori 4. Hujan deras di Eta memenuhi tanah di wilayah tersebut membuatnya rentan terhadap tanah longsor dan banjir baru, dan gelombang badai bisa mencapai 4,5 hingga 6 meter di atas pasang normal.

Di Bilwi, pemilik bisnis Adan Artola Schultz berdiri di ambang pintu rumahnya saat embusan angin yang kuat dan air hujan yang deras mengalir deras di jalan. Dia menyaksikan dengan takjub saat angin membawa atap logam dari rumah besar berlantai dua dan menerbangkannya seperti kertas.

"Ini seperti peluru," jelasnya tentang suara struktur logam yang terbentur dan tertekuk oleh angin. "Ini adalah kerusakan ganda," sambungnya mengacu pada kerusakan yang ditimbulkan oleh Eta 12 hari sebelumnya.

"Ini datang dengan amarah," jelas Artola Schultz

Cairo Jarquin, manajer proyek tanggap darurat Nikaragua untuk Catholic Relief Services, baru saja mengunjungi Bilwi dan komunitas pesisir yang lebih kecil pada hari Jumat.
Di Wawa Bar, Jarquin mengatakan dia menemukan "kehancuran total" dari Eta. Orang-orang telah bekerja keras untuk memasang kembali atap di atas kepala keluarga mereka, tetapi sekarang Iota mengancam akan mengambil yang tersisa.

"Anak kecil yang tetap berdiri bisa dihancurkan," kata Jarquin. Ada komunitas lain yang lebih jauh ke pedalaman yang bahkan tidak bisa dia jangkau karena kondisi jalan raya. Dia mengatakan dia mendengar bahwa bar Wawa dievakuasi lagi pada hari Sabtu.

Evakuasi dilakukan dari daerah dataran rendah di Nikaragua dan Honduras dekat perbatasan bersama mereka selama akhir pekan.

Wakil Presiden Nikaragua Rosario Murillo, yang juga ibu negara, mengatakan bahwa pemerintah telah melakukan segala hal yang diperlukan untuk melindungi kehidupan, termasuk evakuasi ribuan orang. Dia menambahkan bahwa Taiwan telah menyumbangkan 800 ton beras untuk membantu mereka yang terkena dampak badai.

Reporter Magang: Galya Nge [bal]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Nikaragua
  3. Cuaca Ekstrem
  4. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini