Seruan Gencatan Senjata Mengemuka Dalam Perundingan Damai Taliban-Afghanistan di Doha

Rabu, 16 September 2020 13:33 Reporter : Hari Ariyanti
Seruan Gencatan Senjata Mengemuka Dalam Perundingan Damai Taliban-Afghanistan di Doha Delegasi Taliban dalam acara perundingan damai Taliban dengan pemerintah Afghanistan di Doha, Qatar.. ©Reuters

Merdeka.com - Perwakilan pemerintah Afghanistan dan Taliban berkumpul untuk pembicaraan damai bersejarah yang bertujuan mengakhiri perang selama dua dekade yang telah menewaskan puluhan ribu pejuang dan warga sipil.

Menjelang negosiasi tatap muka dalam beberapa hari mendatang, pihak yang bertikai didesak oleh berbagai negara dan kelompok untuk segera mencapai gencatan senjata dan menjalin kesepakatan yang menegakkan hak-hak perempuan.

Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo mendesak pihak yang bertikai mengambil kesempatan untuk mencapai kesepakatan perdamaian yang komprehensif.

"Pilihan sistem politik Anda adalah milik Anda," katanya pada upacara pembukaan di ibu kota Qatar, Doha, dikutip dari The Straits Times, Rabu (16/9).

"Kami sangat yakin bahwa melindungi hak-hak semua warga Afghanistan adalah cara terbaik bagi Anda untuk memutus siklus kekerasan."

Kepala dewan perdamaian Afghanistan, Abdullah Abdullah, mengatakan bahwa meskipun kedua belah pihak tidak dapat menyetujui semua hal, mereka harus berkompromi.

"Delegasi saya di Doha mewakili sistem politik yang didukung oleh jutaan laki-laki dan perempuan dari keragaman latar belakang budaya, sosial dan etnis di tanah air kita," jelasnya.

Pemimpin Taliban Mullah Baradar Akhund mengatakan, Afghanistan harus memiliki sistem Islam di mana semua suku dan etnis di negara itu diperlakukan sama tanpa diskriminasi dan menjalani hidup mereka dalam cinta dan persaudaraan.

Baca Selanjutnya: Lindungi Hak Perempuan...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini