Seribu tahun tak tegur sapa, Paus & Patriak Ortodoks bertemu di Kuba

Sabtu, 13 Februari 2016 14:04 Reporter : Ardyan Mohamad
Seribu tahun tak tegur sapa, Paus & Patriak Ortodoks bertemu di Kuba Paus Fransiskus dan Patriark Kiril bertemu di Kuba. ©2016 Merdeka.com/EPA/Alessandro Di Meo

Merdeka.com - Gereja Katolik berpusat di Vatikan dan Gereja Kristen Ortodoks terpisah lebih dari seribu tahun. Pemimpin dua gereja yang 'bercerai' pada 1054 itu akhirnya kembali bertegur sapa di Ibu Kota Havana, Kuba.

USA Today melaporkan, Sabtu (13/2), Paus Fransiskus mewakili gereja Katolik, memeluk dan menyalami Patriark Kiril di ruang transit Bandar Udara Jose Marti, Havana. Pertemuan bersejarah itu diabadikan oleh ratusan wartawan.

"Kita ini bersaudara, pertemuan kita adalah kehendak Tuhan," kata Paus Fransiskus kepada Patriark Kiril.

"Betul, hubungan kedua pihak harus dijalin dengan baik," balas Patriak sambil mencium pipi Sri Paus tiga kali.

Kedua pemimpin agama itu tidak secara khusus menjadwalkan pertemuan. Fransiskus transit di Kuba dalam rangka kunjungan lima hari ke Meksiko. Sementara Patriark Kiril transit dalam rangka lawatan ke Paraguay pekan ini.

Selepas dialog selama nyaris dua jam di ruang VIP bandara, kedua pemimpin gereja lantas mengeluarkan 30 butir pernyataan. Salah satu poin itu, mereka menegaskan Katolik dan Kristen Ortodoks tidak pernah bermusuhan.

Fransiskus dan Kiril kemudian menyinggung pentingnya respon pemimpin dunia terhadap isu bersama, yaitu persekusi umat Kristen di Irak dan Suriah.

Setelah Kekaisaran Romawi dan Bizantium terpisah, praktik gereja turut pecah menjadi dua aliran besar. Pada 1054, pemimpin Ortodoks akhirnya benar-benar memisahkan diri dari Tahta Suci, kemudian membangun denominasi sendiri berpusat di Rusia. Itulah sebabnya, kelompok ortodoks sering disebut gereja dari Timur.

Patriark dalam tradisi Ortodoks tidak memiliki wewenang sebesar Paus di Vatikan. Inilah salah satu sumber perpecahan gereja pada abad 11, yakni penolakan kaum ortodoks terhadap klaim Paus bahwa dia berkuasa atas semua umat Kristen dunia. Ajaran ortodoks banyak dianut di Rusia, Eropa Timur seperti Yunani dan Hungaria, serta kawasan Timur Tengah, termasuk Suriah, Irak, Libanon, dan Palestina.

Paus Fransiskus berjanji akan menjadi pemimpin Katolik pertama yang melawat ke pusat gereja Ortodoks. Selama seribu tahun ini, tak ada pemimpin Katolik melawat ke Rusia. "Saya ingin sekali ke Rusia dan China," kata Sri Paus. [ard]

Topik berita Terkait:
  1. Paus Fransiskus
  2. Kuba
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini