Serangkaian dampak perang di Ghouta Timur bagi penduduk sipil

Rabu, 14 Maret 2018 07:26 Reporter : Ira Astiana
Serangkaian dampak perang di Ghouta Timur bagi penduduk sipil Masjid korban perang Suriah. ©Reuters/George Ourfalian

Merdeka.com - Selama tujuh tahun lamanya serentetan perang terjadi di berbagai wilayah Suriah. Hal itulah yang kemudian menjadikan Suriah sebagai negara dengan krisis kemanusiaan terparah di masa ini.

Lebih dari 4.000 warga sipil di Ghouta Timur, Suriah dilaporkan terbunuh dan terluka sejak pertengahan Februari lalu. Meski Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa telah mengeluarkan resolusi berupa gencatan senjata selama sebulan pada 24 Februari lalu, jumlah korban yang berjatuhan tidak juga berkurang.

Selain menyebabkan korban tewas, perang yang secara intens terjadi di Ghouta Timur ini juga menyebabkan ratusan ribu orang terpaksa mengungsi.

Komite Penyelamatan Internasional dan petugas bantuan di Suriah yang terjun langsung ke lapangan mengungkapkan ada beberapa hal yang perlu diketahui publik mengenai keadaan di Ghouta Timur sebagaimana dilansir dari laman International Rescue Committe, Selasa (13/3). Berikut penjelasannya:

Topik berita Terkait:
  1. Konflik Suriah
  2. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini