Serangan Siber AS dan Israel Sebabkan Jatuhnya Pesawat Ukraina di Iran?

Selasa, 21 Januari 2020 07:31 Reporter : Hari Ariyanti
Serangan Siber AS dan Israel Sebabkan Jatuhnya Pesawat Ukraina di Iran? Pesawat Boeing 737 jatuh di Iran. ©Iran Press/Handout via REUTERS

Merdeka.com - Mantan pejabat CIA spesialis bidang kontra terorisme dan intelijen militer menguak kemungkinan serangan siber, dilakukan oleh Amerika Serikat (AS) dan kemungkinan Israel, berperan dalam jatuhnya pesawat Ukraine International Airlines nomor penerbangan PS752 awal bulan ini.

Philip Giraldi berpendapat dalam sebuah artikel baru-baru ini yang diterbitkan American Herald Tribune, ada beberapa elemen yang belum dijelaskan terkait kesalahan manusia yang menyebabkan ditembak jatuhnya pesawat tersebut oleh militer Iran.

"Operator rudal Iran dilaporkan mengalami 'gangguan' yang cukup besar dan transponder pesawat dimatikan dan berhenti mentransmisikan beberapa menit sebelum rudal diluncurkan. Ada juga masalah dengan jaringan komunikasi komando pertahanan udara, yang mungkin terkait," kata mantan spesialis CIA ini, dikutip dari laman Press TV, Senin (20/1).

Pesawat penumpang Ukraina tersebut jatuh beberapa menit setelah lepas landas pada 8 Januari, menewaskan seluruh penumpang dan awak kabin sebanyak 176 orang. Iran awalnya menyatakan pesawat tersebut jatuh karena kesalahan teknis. Kemudian muncul dugaan bahwa pesawat tersebut ditembak jatuh.

Iran awalnya membantah klaim dari beberapa negara dan beberapa hari kemudian mengakui bahwa pesawat tersebut tak sengaja ditembak oleh militer Iran. Saat itu, pertahanan udara Iran tengah siaga tinggi setelah militernya menembakkan rudal ke dua pangkalan pasukan AS di Irak sebagai balasan atas pembunuhan Panglima Pasukan Garda Revolusi, Jenderal Qassim Sulaimani.

1 dari 2 halaman

Giraldi berpendapat bahwa sistem pertahanan udara Iran kemungkinan ditempatkan dalam mode operasi manual sebagai akibat dari kemungkinan gangguan elektronik yang berasal dari sumber yang tidak diketahui.

Sementara itu, penutupan transponder pesawat, yang akan mengirim sinyal menginformasikan kepada operator bahwa pesawat itu adalah pesawat sipil, menunjukkan hal berlawanan. Operator, yang pasti telah diberi penjelasan tentang kemungkinan mengganggu rudal jelajah Amerika, harus memutuskan hanya dalam beberapa detik apakah akan menembak jatuh pesawat yang mendekati lokasi militer yang sensitif.

"Mengingat apa yang terjadi pada pagi itu di Teheran, masuk akal untuk mengasumsikan bahwa sesuatu atau seseorang dengan sengaja mengganggu pertahanan udara Iran dan transponder di pesawat, mungkin sebagai bagian dari upaya untuk menciptakan kecelakaan penerbangan yang akan dikaitkan kepada pemerintah Iran," kata Giraldi.

Seorang perwira senior militer Iran tidak mengesampingkan kemungkinan gangguan pada jaringan radar Iran oleh Amerika Serikat, menyebabkan operator salah mengira pesawat Ukraina itu sebagai rudal jelajah musuh.

"Gangguan dalam sistem (pertahanan) oleh Amerika Serikat tidak pernah terjadi sebelumnya," kata Ali Abdollahi Aliabadi, wakil koordinator Staf Umum Angkatan Bersenjata Iran, dalam wawancara dengan televisi nasional pekan ini.

"Sistem siber Iran telah mengidentifikasi dan merekam objek virtual yang diproduksi oleh AS di wilayah udara negara itu."

2 dari 2 halaman

Penjabat Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengatakan ada informasi bahwa setidaknya enam jet F-35 Amerika "berada di wilayah perbatasan Iran" pada saat kecelakaan itu.

"Informasi ini belum diverifikasi, tetapi saya ingin menggarisbawahi kegelisahan yang selalu menyertai situasi seperti itu," kata Lavrov, Jumat.

Perdana Menteri Kanada, Justin Trudeau menyalahkan meningkatnya ketegangan antara AS dan Iran atas kecelakaan pesawat tersebut.

"Jika saja tak ada ketegangan, jika tidak ada eskalasi baru-baru ini di wilayah tersebut, warga negara Kanada saat ini berada di rumah bersama keluarga mereka," ujarnya kepada jaringan kantor berita Kanada, Global National pada Senin.

Sebanyak 57 warga negara Kanada berada dalam pesawat nahas tersebut. [pan]

Baca juga:
Lima Negara Tuntut Iran Bayar Kompensasi Atas Jatuhnya Pesawat Ukraina
Pertama Kali Sejak 2012, Ayatollah Ali Khamenei Jadi Imam Salat Jumat di Iran
Menlu Javad Zarif Akui Rakyat Iran Dibohongi Soal Penyebab Jatuhnya Pesawat Ukraina
Iran Minta Pasukan AS dan Uni Eropa Segera Hengkang dari Timur Tengah
Video: Dua Rudal Ditembakkan ke Pesawat Penumpang Ukraina
Iran Tangkap Sejumlah Orang Dianggap Bertanggung Jawab Atas Jatuhnya Pesawat Ukraina

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini