Serang Kilang Minyak Saudi, Seberapa Tangguh Kekuatan Militer Pemberontak Huthi?

Kamis, 19 September 2019 07:22 Reporter : Pandasurya Wijaya
Serang Kilang Minyak Saudi, Seberapa Tangguh Kekuatan Militer Pemberontak Huthi? Pemberontak Houthi di Yaman. ©The Guardian

Merdeka.com - Kelompok pemberontak Huthi di Yaman mengklaim serangan ke dua fasilitas kilang minyak Arab Saudi di Abqaiq dan Khurais Sabtu lalu. Serangan terhadap kilang minyak terbesar di dunia itu memperparah konflik di Timur Tengah.

Huthi atau nama resminya Ansarullah alias Tentara Allah adalah kelompok pemberontak Yaman yang 2015 lalu menguasai Ibu Kota Sanaa, memukul mundur pasukan pemerintah sehingga menyebabkan Presiden Abdrabbuh Mansur Hadi yang didukung Arab Saudi melarikan diri ke Negeri Petro Dolar.

Mengutip laman Fiker Center, jumlah personel milisi Huthi berkisar 10-15 ribu orang dan belakangan sejumlah tentara Yaman dan Garda Revolusi yang loyal terhadap mantan Presiden Ali Abdullah Saleh bergabung juga dengan milisi Huthi.

Sayap militer Huthi yang bernama Tentara Hussein atau Milisi Hussein adalah personel elit yang mempunyai kemampuan mumpuni dan dilatih oleh Grada Revolusioner Iran. Mereka mendapat pelatihan dari Grada Revolusi dan kelompok Hizbullah pada 2011 dan 2012 di Libanon, Suriah, Iran, serta di Saada.

Baca Selanjutnya: Persenjataan...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini