Hot Issue

Seperti di Film, Ahli Sebut Wabah Infeksi Jamur Bisa Tulari Manusia Jadi "Zombie"

Selasa, 24 Januari 2023 07:27 Reporter : Hari Ariyanti
Seperti di Film, Ahli Sebut Wabah Infeksi Jamur Bisa Tulari Manusia Jadi "Zombie" Salah satu adegan dalam serial The Last of Us. ©Liane Hentscher/HBO

Merdeka.com - Warganet Indonesia penggemar film sedang ramai memperbincangkan serial The Last of Us yang tayang di HBO, salah satunya karena serial ini berlatar belakang Jakarta dan dibintangi aktris ternama Indonesia, Christine Hakim. Film yang diadaptasi dari video gim ini mengisahkan tentang kehancuran dunia yang disebabkan wabah infeksi jamur yang disebut Cordyceps.

Jamur ini nyata. Dan dalam film ini, jamur tersebut menginfeksi otak manusia. Jika tertular, infeksi jamur ini dapat mengubah kelakukan manusia.

Dikutip dari mana CNET, Senin (23/1), serial ini terinspirasi dari dunia nyata. Dalam serial Planet Earth yang ditayangkan BBC pada 2006, sejarawan alam ternama Inggris, David Attenborough dan tim dokumenter serial tersebut menemukan berbagai macam jamur yang bisa mengubah atau memanipulasi kelakuan manusia, termasuk Ophiocordyceps yang menjangkiti semut kayu.

"Seperti sesuatu dari fiksi ilmiah, Cordyceps keluar dari kepala semut," jelas Attenborough.

Adegan dalam Planet Earth itulah yang menginspirasi Bruce Straley (Sutradara) dan Neil Druckmann (Sutradara Kreatif) membuat gim The Last of Us pada 2013.

Siklus kehidupan Ophiocordyceps mengerikan tapi indah. Semut-semut yang terlibat kontak dengan pori-pori Ophiocordyceps di tanah hutan menjadi terinfeksi. Jamur itu masuk ke tubuh semut dan mulai beranak pinak. Jamur itu berdiam di bagian tubuh tertentu seperti otak dan otot, mengeluarkan zat kimia untuk memanipulasi tingkah laku semut tersebut dan bahkan mengubah semut menjadi semacam "zombie".

Dalam makalah 2014 yang mengeksplorasi hubungan semut-jamur, menemukan bahwa Ophiocordyceps mengembangkan satu set senyawa tertentu untuk mempengaruhi perilaku satu spesies semut, tetapi senyawa yang sama itu tidak mengubah perilaku spesies semut yang berbeda (walaupun jamur masih sering membunuh semut tersebut).

Apakah jamur ini bisa menginfeksi manusia dan membuat manusia menjadi "zombie" seperti dalam serial tersebut?

Menurut Dr Henrik de Fine Licht, seorang profesor di Universitas Copenhagen, gagasan dalam serial The Last of Us itu tidak mustahil bisa terjadi pada manusia. Dia mengatakan bisa saja infeksi jamur itu menular dari spesies satu ke spesies lainnya, termasuk ke manusia.

"Banyak, jika tidak sebagian besar penyakit baru kemungkinan besar berasal dari organisme patogen yang berpindah dari spesies lain, jadi gagasannya menarik," jelasnya, dikutip dari Daily Mail.

Tetapi meskipun penyakit dapat ditularkan dari non-manusia ke manusia, kemungkinan besar akan memakan waktu jutaan tahun evolusi.

Namun menurut penelitian lainnya dikutip dari CNET, jamur tidak berbahaya bagi hewan berdarah panas, termasuk manusia. Jamur harus bisa terserap ke dalam jaringan tubuh manusia, yang sangat sulit dilakukan, dan bahkan walaupun jamur berusaha menginfeksi manusia, itu masih bisa dicegah dengan sistem imun manusia yang besar.

Menurut ilmuwan, serangga, tanaman, dan amfibi yang sangat rentan terinfeksi penyakit jamur. Penelitian menunjukkan, mengatur suhu tubuh, atau homeothermy, bisa mencegah infeksi jamur. Jamur tumbuh subur di lingkungan yang lebih dingin dan itulah mengapa mereka menjadi musuh kuat bagi serangga, amfibi, dan tumbuhan.

2 dari 2 halaman

Penyakit jamur pada manusia

Manusia memang bisa terinfeksi jamur, salah satunya Candida yang menyebabkan sariawan. Ada juga jamur penyebab kutu air dan kurap, yang menginfeksi manusia dengan masalah imun.

"Satu hal yang Anda harus ingat dengan infeksi jamur adalah mereka utamanya menginfeksi orang-orang dengan kondisi (kesehatan) bawaan," jelas Julianne Djordjevic dari Universitas Sydney yang meneliti infeksi jamur pada manusia.

Hal yang juga menjadi perhatian peneliti saat ini ialah munculnya jamur yang resisten terhadap obat antijamur. Menurut makalah yang diterbitkan dlaam jurnal Science pada 2018, jamur perusak tanaman menyumbang sekitar seperlima dari rusaknya hasil panen tahunan.

"(Untuk) menghindari keruntuhan global dalam kemampuan kita untuk mengendalikan infeksi jamur, kita perlu mempromosikan penemuan obat antijamur baru dan memastikan penggunaan pestisida dan bahan kimia kita saat ini tidak menimbulkan varian yang lebih mengkhawatirkan," tulis para peneliti. [pan]

Baca juga:
Ketahui Apa Sih Virus Zombie yang Baru Ditemukan Itu dan Benarkah Berbahaya
Berapa Lama Sebenarnya Manusia Bisa Hidup Tanpa Makan dan Minum?
Ilmuwan Temukan Mimpi Buruk Bisa Diredam dengan Alunan Piano
Ilmuwan Temukan Partikel Polusi Udara dalam Organ Vital Janin, Picu Kematian Dini
Ilmuwan China Kembangkan Obat Covid Hirup yang Bisa Lawan Omicron
Temuan Baru, Acara Kerumunan di Luar Ruangan Berpotensi Tularkan Cacar Monyet
Cacar Monyet Gejala dan Tanda yang Patut Diwaspadai, Lengkap Cara Mencegahnya

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini