Seorang Perawat di Arab Saudi Positif Terjangkit Virus Corona

Jumat, 24 Januari 2020 14:20 Reporter : Hari Ariyanti
Seorang Perawat di Arab Saudi Positif Terjangkit Virus Corona Penanganan pasien virus corona di Wuhan. ©THE CENTRAL HOSPITAL OF WUHAN VIA WEIBO/Handout via REUTERS

Merdeka.com - Seorang perawat asal India yang bekerja di Arab Saudi telah menjalani tes dan dinyatakan positif terjangkit virus corona. Demikian disampaikan Kementerian Luar Negeri India pada Kamis (23/1).

Virus ini pertama kali ditemukan di Wuhan, China. Wabah virus ini telah menjangkiti hampir seribu orang di China dan sedikitnya 25 orang meninggal dunia.

Laporan media mengatakan, kemungkinan perawat ini terinfeksi virus ini saat merawat rekannya dari Filipina yang juga dinyatakan positif terkena virus corona jenis baru ini.

Namun, baik Riyadh maupun Delhi belum melaporkan kasus ini di negara masing-masing.

"Sekitar 100 perawat India yang bekerja di rumah sakit Al-Hayat telah menjalani tes dan satu perawat ditemukan terinfeksi virus corona," kata Menteri Negara untuk Urusan Luar Negeri, V. Muraleedharan, dikutip dari Alaraby, Jumat (24/1).

"Perawat yang terinfeksi ini sedang dirawat di Rumah Sakit Nasional Aseer dan mulai pulih," kicaunya.

Muraleedharan mengkonfirmasi kepada AFP bahwa itu adalah virus pernapasan yang sama yang telah merenggut puluhan nyawa sejak muncul di Wuhan, menginfeksi lebih dari 570 orang lainnya di seluruh negeri.

Virus itu juga terdeteksi di Jepang, Hong Kong, Makau, Korea Selatan, Taiwan, Thailand, Vietnam, Singapura dan Amerika Serikat.

1 dari 1 halaman

Negara-negara Teluk telah mengeluarkan pernyataan bahwa mereka memulai pemeriksaan penumpang yang datang dari China sejak wabah ini muncul. Kementerian Kesehatan Arab Saudi mengatakan pihaknya berkoordinasi dengan pihak penerbangan sipil untuk mengevaluasi setiap penumpang dalam penerbangan langsung atau tidak langsung dari China.

Kementerian Kesehatan Bahrain juga mengumumkan telah mengambil langkah-langkah pencegahan untuk mencegah wabah tersebut, namun tanpa merinci lebih jauh. Uni Emirat Arab juga mengumumkan langkah pemeriksaan.

"Bandara Dubai mengonfirmasi, bahwa kedatangan semua penumpang baik penerbangan langsung atau tidak langsung dari RRC harus menjalani pemeriksaan termal (suhu tubuh) di pintu kedatangan," jelas pernyataan tersebut.

Pemerintah Dubai mengatakan pada Kamis sekitar 989.000 wisatawan China berkunjung ke negara tersebut tahun lalu dan jumlah tersebut diprediksi meningkat menjadi 1 juta wisatawan pada 2020. Sekitar 3,6 juta wisatawan China transit di bandara Dubai selama 2019. [pan]

Baca juga:
Cegah Virus Corona, Pemerintah Deteksi Setiap Orang Luar Masuk ke Indonesia
Begini Kondisi Pasien Suspect Virus Corona di RSPI Sulianti Saroso
Perketat Pengawasan, Bos AP II Pastikan Virus Corona Belum Masuk Indonesia
Ini Alasan Virus Corona Bisa Sebabkan Kematian
Kasus Virus Corona di China Meningkat, Dua Kasus Ditemukan di Vietnam

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini