Senjakala partai paling berkuasa di Malaysia

Kamis, 20 September 2018 07:20 Reporter : Pandasurya Wijaya
Senjakala partai paling berkuasa di Malaysia foto para pemimpin malaysia di kantor UMNO di Kuala Lumpur. ©AFP

Merdeka.com - Kabar menggegerkan itu akhirnya datang juga. Oposisi di Malaysia kemarin gempar lantaran mantan orang nomor satu di negeri itu, Najib Razak, ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi atau Suruhanjaya Pencegahan Rasuah Malaysia (SPRM) karena ditemukan dana sebesar USD 628 juta atau senilai Rp 9,3 triliun di rekening pribadinya terkait skandal korupsi badan pemerintah 1MDB.

Tak hanya itu, dua orang kepercayaan Najib di Organisasi Bangsa Melayu Bersatu atau Partai UMNO juga dua hari lalu mengundurkan diri. Mantan Menteri Perdagangan Internasional dan Perindustrian Mustapa Muhamad dua hari lalu mundur dari UMNO setelah menjadi anggota selama 40 tahun.

Dilansir dari laman South China Morning Post, Rabu (19/9), sejumlah pengamat menilai perpecahan di tubuh UMNO saat ini bisa membuat Negeri Jiran bisa berujung pada kekuasaan koalisi tunggal. Pakatan Harapan saat ini menjadi koalisi yang mendapat nilai positif di saat tidak adanya oposisi yang memadai.

Najib Razak jalani sidang dakwaan 2018 REUTERS/Lai Seng Sin



UMNO adalah partai terbesar di koalisi Barisan Nasional yang berkuasa di Malaysia selama lebih dari 70 tahun sampai akhirnya tumbang secara mengejutkan ketika koalisi pimpinan Mahathir Mohamad memenangkan pemilu Mei lalu.

Pengunduran diri pejabat UMNO itu menjadi sinyal kian putus asanya kelompok oposisi yang dipimpin UMNO dan Partai Islam se-Malaysia (PAS). PAS yang beraliran konservatif dan berkuasa di Negara Bagian Kelantan dan Terengganu sebelumnya berjanji akan menerapkan syariat Islam di pemerintahan jika menang dalam pemilu berikutnya.

Selasa malam Mustapa Muhamad mengumumkan pengunduran dirinya. Dia mengatakan UMNO seharusnya menjadi partai yang lebih inklusif, moderat, dan mengambil jalan tengah. Dengan kata lain Mustapa mengkritik UMNO yang cenderung lebih mendukung warga dari etnis Melayu dan Bumiputra (Pribumi). Dia menuturkan hal itu bisa membuat rakyat Malaysia yang multietnis dan multiras tidak akan percaya lagi pada UMNO.

Mahathir Mohamad yang mundur dari UMNO pada 2008 dan 2016 mengatakan Mustapa keluar dari partai itu karena dia sadar UMNO sudah hancur. Perdana menteri Malaysia itu mengatakan jika Mustapa, mantan rekannya di UMNO, ingin bergabung dengan Pakatan Harapan maka dia harus membuktikan dirinya sudah 'berbeda dari sebelumnya'.

Beberapa jam setelah Mustapa mundur, eks Menteri Luar Negeri Anifah Aman juga mengumumkan pengunduran diri. Anifah mengatakan dia memutuskan keluar karena UMNO dan Barisan Nasional telah gagal memenuhi Perjanjian Malaysia pada 1963 yang akan memberikan status setara bagi Sabah dan Sarawak dalam bentuk negara federasi.

"Saya ingin orang Sabah mendapat perlakuan setara dan dipenuhi hak-haknya tanpa penundaan atau pengecualian," kata dia.

Tak lama setelah pengumuman Anifah itu, tersiar kabar anggota parlemen dari UMNO Hishammuddin Hussein, sepupu Najib, bertemu Mahathir.

Sejak itu rumor tentang perpindahan besar-besaran anggota UMNO ke Pakatan Harapan beredar luas di media sosial.

"UMNO kini terpuruk karena perpecahan dan pengunduran diri anggota senior mereka seperti Mustapa dan Anifah sehingga mereka kini sulit mempertahankan posisi dan kekuatan," kata pengamat politik Ahmad Atory Hussain. [pan]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini