Sengaja Abaikan Protokol Kesehatan, Presiden Brasil Foto Bareng Bocah Saat Unjuk Rasa

Selasa, 19 Mei 2020 13:22 Reporter : Hari Ariyanti
Sengaja Abaikan Protokol Kesehatan, Presiden Brasil Foto Bareng Bocah Saat Unjuk Rasa bolsonaro berfoto dengan bocah. ©AFP

Merdeka.com - Memakai masker, Presiden Brasil Jair Bolsonaro berfoto dengan anak-anak yang menjadi peserta unjuk rasa pada Minggu, mengabaikan protokol kesehatan masyarakat untuk menghentikan wabah virus corona.

Aksi Bolsonaro yang mengabaikan pedoman jaga jarak sosial terbaru ini muncul setelah dia kehilangan dua Menteri Kesehatan hanya dalam waktu sebulan, kedua menterinya tak sepakat dengan kebijakan presiden yang menolak karantina.

Pada Sabtu, kasus virus corona yang terkonfirmasi di Brasil melampaui Spanyol dan Italia, mengantarkannya menjadi negara keempat di dunia dengan jumlah kasus terbesar.

Kementerian Kesehatan merilis data pada Minggu, menunjukkan 7.938 kasus baru tercatat dalam 24 jam, sehingga total kasus menjadi 241.000, sedangkan kasus kematian naik 485 sehingga totalnya menjadi 16.118.

Dalam sebuah video online, Bolsonaro mengatakan menyambut unjuk rasa di istana kepresidenan. Presiden dan pendukungnya menentang karantina yang mendapat dukungan sebagian besar warga Brasil.

"Di atas segalanya, mereka ingin kebebasan, mereka ingin demokrasi, mereka ingin penghormatan," kata Bolsonaro, dilansir dari France 24, Selasa (19/5).

Dia menambahkan, rakyat Brasil ingin perekonomian pulih dan berjalan kembali secepat mungkin.

Memakai masker warna putih dan didampingi para menteri, pihak keamanan dan kolega, termasuk seorang anak di sampingnya yang menggunakan seragama tentara, Bolsonaro mendekati para pendukungnya, melambaikan tangan, tersenyum, dan mengangkat jempol.

Dia tak bergabung dengan kerumunan massa seperti unjuk rasa sebelumnya, tapi dia berfoto dengan sedikitnya tiga anak.

Survei yang dirilis pada Selasa menunjukkan dua pertiga warga Brasil setuju perlunya jaga jarak sosial untuk menghentikan wabah, sebagaimana direkomendasikan para gubernur dan pakar kesehatan, sementara di satu sisi Bolsonaro ingin membuka kembali pusat kebugaran, salon, dan tempat usaha lainnya.

Pada Jumat, Menteri Kesehatan Brasil, Nelson Teich mengundurkan diri karena dirinya dan presiden tak sejalan dalam beberapa hal. Bolsonaro menyerukan penghentian karantina provinsi dan menyerukan penggunaan obat-obatan yang belum terbukti keampuhannya seperti chloroquine, untuk melawan virus.

"Chlo-ro-quine! Chlo-ro-quine!" seru para pendukung Bolsonaro di luar istana presiden pada Minggu.

"Kami ingin kembali bekerja!" seru mereka.

Baca Selanjutnya: Memakai masker warna putih dan...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini