Senat AS Putuskan Sidang Pemakzulan Donald Trump Konstitusional dan Bisa Dilanjutkan

Rabu, 10 Februari 2021 18:29 Reporter : Hari Ariyanti
Senat AS Putuskan Sidang Pemakzulan Donald Trump Konstitusional dan Bisa Dilanjutkan Donald Trump Pamit Meninggalkan Gedung Putih. ©2021 REUTERS/Carlos Barria

Merdeka.com - Senat Amerika Serikat menyatakan sidang pemakzulan mantan Presiden Donald Trump konstitusional, dan mengizinkan proses persidangan penuh dimulai.

Tim pembela Trump berpendapat Trump tak bisa disidang setelah meninggalkan Gedung Putih. Tapi 56 suara setuju sidang dilanjutkan dan 46 tak setuju, dengan beberapa anggota Republik mendukung tindakan tersebut.

Trump dituduh menghasut pemberontakan ketika Gedung Capitol atau Gedung Parlemen diserbu pendukungnya pada 6 Januari lalu.

Partai Demokrat yang menuntut kasus itu membuka persidangan pada Selasa dengan menunjukkan montase video dramatis pidato Trump pada 6 Januari dan kerusuhan Capitol US.

"Itu kejahatan dan pelanggaran berat," kata anggota Kongres Jamie Raskin terkait rekaman tersebut, dilansir BBC, Rabu (10/2).

Pengacara Trump berpendapat tidak konstitusional Trump disidang setelah tak lagi menjabat dan menuduh Demokrat bermotif politis.

Perolehan suara 56-44 berarti enam anggota Partai Republik bergabung dengan Demokrat dalam pemungutan suara untuk melanjutkan persidangan.

Kendati menunjukkan sikap bipartisan, hasil ini mengimplikasikan kesetiaan Republik terhadap mantan presiden yang didukungnya.

Mayoritas dua pertiga diperlukan untuk memakzulkan Trump di Senat. Jika terbukti, Trump dilarang menjabat lagi.

Persidangan dibuka dibuka manajer pemakzulan - Demokrat yang ditugaskan memimpin penuntutan - beralasan upaya mereka sah.

Dalam video berdurasi 10 menit yang disisipkan dalam penuntutan, Trump diperlihatkan mengatakan kepada pendukungnya untuk "berjuang sekuat tenaga" sebelum mereka menyerbu Capitol. Kerusuhan Capitol menyebabkan lima orang tewas, salah satunya anggota polisi.

Raskin meneteskan air mata ketika menceritakan ketakutannya akan keselamatan keluarganya sendiri selama kerusuhan setelah dia dipisahkan dari putrinya yang sedang berkunjung saat itu.

"Ini tidak mungkin masa depan Amerika," katanya kepada para senator, yang bertindak sebagai hakim pemakzulan.

"Kita tidak bisa memiliki presiden yang menghasut dan memobilisasi kekerasan massa terhadap pemerintah kita dan institusi kita karena mereka menolak untuk menerima kehendak rakyat di bawah Konstitusi Amerika Serikat."

Baca Selanjutnya: Pengacara Trump kemudian menguraikan argumen...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini