Sempat Hilang, Mahasiswa Asal Australia Dibebaskan Pemerintah Korut

Kamis, 4 Juli 2019 15:54 Reporter : Hari Ariyanti
Sempat Hilang, Mahasiswa Asal Australia Dibebaskan Pemerintah Korut alek sigley. ©the australian

Merdeka.com - Seorang mahasiswa asal Australia yang ditangkap di Korea Utara telah dibebaskan dan dengan aman telah meninggalkan negara tersebut. Dari Korut, mahasiswa ini menuju China pada Kamis (4/7) dan dia menyampaikan kepada wartawan bahwa kondisinya dalam keadaan baik.

Mahasiswa tersebut adalah Alek Sigley (29), yang belajar di Pyongyang. Sigley sempat dikabarkan hilang sejak 25 Juni.

"Saya sehat. Saya baik-baik saja, sangat baik," katanya kepada wartawan di bandara Beijing, dilansir dari Reuters, Kamis (4/7).

Dia menolak mengomentari persoalan yang menimpanya di Pyongyang tempat dia tinggal sebelumnya. Dia mengacungkan tanda 'damai' saat berjalan di bandara.

Sumber pemerintah Australia yang paham dengan situasi ini mengatakan Sigley akan menuju Tokyo melalui Beijing. Sinley menikah dengan perempuan Jepang, Yuka Morinaga.

Perdana Menteri Australia, Scott Morrison menginterupsi parlemen memberitahukan bahwa Sigley telah dibebaskan. Dalam pernyataannya, Morrison mengatakan pihak berwenang Swedia telah membantu pengamanan pembebasan Sigley.

"Hasil ini menunjukkan nilai kebijaksanaan, di balik layar pekerjaan para pejabat dalam menyelesaikan kasus konsuler yang kompleks dan sensitif, dalam kemitraan erat dengan pemerintah lain," kata Morrison dalam pernyataannya.

Morrison tak menyebutkan penyebab penangkapan Sigley. Australia tak memiliki perwakilan diplomatik di Korut dan bergantung pada negara lain seperti Swedia untuk bertindak atas nama Australia.

Ayah Sigley yang merupakan profesor kajian Asia di Perth, Australia Barat, menyampaikan kepada wartawan anaknya akan segera berkumpul dengan istrinya.

"Kami sangat gembira Alek sampai dengan aman dan selamat di Beijing," kata Gary Sigley.

Dia mengatakan kondisi anaknya dalam keadaan sehat dan ditangani Kedutaan Australia di Beijing.

Sigley adalah pengguna aktif media sosial selama tinggal di Korut dan secara reguler mengunggah foto dan tulisan di blog terkait makanan dan fesyen. Dia juga menjadi kontributor reguler media internasional tentang kehidupan di Korut.

Berita hilangnya Sigley muncul setelah dia menghilang dari akun media sosialnya.

Perlakuan terhadap orang asing oleh Korut, biasanya dari Amerika Serikat, telah lama menjadi masalah yang diperdebatkan. Beberapa orang ditahan selama bertahun-tahun dengan tuduhan mata-mata.

Kematian pelajar Amerika Otto Warmbier pada 2017 setelah dia ditahan di Korut selama 17 bulan memicu ketegangan yang panjang antara Amerika Serikat dan Korea Utara. Dia dijatuhi hukuman 15 tahun kerja paksa pada tahun 2016 karena, menurut media pemerintah Korut, mencoba mencuri barang dengan slogan politik.

Warmbier meninggal tak lama setelah dia diterbangkan pulang ke Ohio dalam keadaan koma setelah ditahan oleh Korut selama 17 bulan. [pan]

Topik berita Terkait:
  1. Australia
  2. Korea Utara
  3. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini