Sempat dicekal, anak Jamal Khashoggi akhirnya diizinkan tinggalkan Saudi

Jumat, 26 Oktober 2018 11:11 Reporter : Ira Astiana
Sempat dicekal, anak Jamal Khashoggi akhirnya diizinkan tinggalkan Saudi Putra Jamal Khashoggi. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Putra sulung jurnalis Jamal Khashoggi, Salah, dan keluarganya telah meninggalkan Arab Saudi untuk bertolak ke Amerika Serikat setelah negara kerjaan mencabut larangan bepergian untuknya. Salah dan keluarganya sempat dilarang meninggalkan Saudi saat sang ayah mulai menulis artikel kritikan untuk keluarga kerajaan di harian Washington Post.

"Salah dan keluarganya sedang berada dalam pesawat menuju ke Washington DC sekarang," kata Direktur Eksekutif Pengawas HAM untuk Timur Tengah dan Afrika Utara, Sarah Leah Whitson, dikutip dari laman Asia One, Jumat (26/10).

Belum ada komentar langsung dikeluarkan pejabat Saudi mengenai kepergian Salah, namun Whitson memastikan bahwa keluarga Khashoggi segera meninggalkan Saudi setelah mendapat izin dari pemerintah. Whitson pun menyebut pencabutan larangan bepergian pada Salah dan keluarga sangat melegakan.

"Ini adalah hal yang melegakan. Namun kita harus ingat, masih ada ratusan, bahkan ribuan orang-orang di Arab Saudi yang harus menghadapi larangan perjalanan dan ditahan tanpa keadilan," ungkapnya.

Sementara itu, Direktur Resolusi Konflik di Institut Timteng yang berbasis di Washington, Randa Slim, menyatakan bahwa Salah dan keluarga nantinya akan bergabung dengan kerabat lain yang sudah lebih dulu mengasingkan diri ke AS. Salah memang memiliki kewarganegaraan ganda, yakni AS dan Saudi.

"Keluarga Khashoggi membutuhkan tempat untuk bersama-sama agar mereka bisa merasa aman bersama orang-orang yang mereka cintai," ujar Slim.

"Sangat tragis karena mereka baru mendapatkan kebebasan dari pihak berwenang Saudi setelah peristiwa kematian Khashoggi," tambahnya.

Sementara itu, pejabat AS mengatakan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo telah meningkatkan upaya keselamatan dan keamanan terhadap keluarga Khashoggi yang kini menetap di AS.

Kepergian Salah dan keluarga dari Saudi ke AS terjadi setelah dirinya diundang oleh Raja Salman bin Abdulaziz Al-Saud dan Pangeran Muhammad bin Salman ke Istana Yamama di Riyadh pada Selasa (23/10) lalu. Kedua pemimpin kerajaan itu bertemu dengan Salah dengan tujuan menyampaikan rasa belasungkawa.

Namun upaya Raja Salman dan Pangeran bin Salman malah membuat masyarakat geram. Sebabnya, masyarakat yang melihat raut wajah Salah yang seakan tidak bisa menahan kesedihan karena harus menjabat tangan orang diduga telah memerintahkan pembunuhan terhadap sang ayah. [ias]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini