Selundupkan Minyak Ganja ke Bali, Bule Asal Inggris Terancam Hukuman Mati

Selasa, 18 Desember 2018 11:48 Reporter : Ira Astiana
Selundupkan Minyak Ganja ke Bali, Bule Asal Inggris Terancam Hukuman Mati Pip Holmes. ©2018 Getpipbackhome.co.uk

Merdeka.com - Seorang warga negara Inggris terancam divonis hukuman mati karena menyelundupkan narkoba ke Bali. Pria tersebut dituding menerima hampir 31 kilogram minyak ganja melalui pos.

Pip Holmes, pria 45 tahun asal Cornwall yang juga seorang seniman, merupakan satu dari lima pria asing yang dimunculkan dalam konferensi pers di Denpasar pekan lalu. Kepada pihak berwenang, ayah dua anak itu mengaku ditangkap karena kepemilikan minyak ganja hanya dalam jumlah kecil, yakni 3 gram. Barang tersebut diklaim akan digunakannya untuk mengobati radang sendi.

Holmes yang sudah dua bulan menetap di Bali sebelum ditangkap pada 3 Desember lalu mengaku menyesal telah melakukan tindakan terlarang di bawah undang-undang Indonesia. Dia pun mengaku sangat bodoh karena akibat perbuatannya, dia terancam hukuman mati.

"Saya masih tidak percaya berada di sini dalam keadaan sekarang dan saya sangat ketakutan. Semuanya tampak salah setelah saya ditangkap karena kepemilikan jumlah kecil THC. Bodoh sekali, benar-benar bodoh. Sekarang saya merasa tidak berdaya dan sendirian," kata Holmes, seperti dikutip dari Sky News, Selasa (18/12).

Holmes saat ini sudah dipindahkan dari sel polisi yang sempit ke pusat rehabilitasi. Pihak keluarga meminta agar otoritas setempat memberikan keringanan hukuman terhadapnya sebelum dia dideportasi ke Inggris. Namun polisi Indonesia mengatakan dia bisa dijatuhi hukuman mati.

"Saya tidak tahu apakah saya akan menghabiskan waktu hanya di pusat rehabilitasi atau dihukum di penjara Kerobokan selama lima sampai lima belas tahun, atau bahkan menerima hukuman mati," ungkapnya.

"Ini Asia, tidak seperti negara Barat. Saya bersalah di bawah hukum Indonesia tentang kepemilikan narkotika, hal itu tidak dapat disangkal. Meskipun THC adalah sesuatu yang bisa diterima secara luas di tempat lain terutama dalam jumlah kecil, tetapi saya sangat bodoh karena membawa obat ini ke negara yang sangat ketat," lanjutnya.

Holmes mengatakan jika pihaknya saat ini hanya bisa mengupayakan segala hal agar bisa terbebas dari hukuman berat. Selain itu, keluarganya pun meluncurkan penggalangan dana di situs crowdfunding agar bisa menyewa kuasa hukum dalam kasus ini.

Seperti diketahui, Indonesia memiliki undang-undang obat-obatan terlarang yang ketat. Sebanyak puluhan penyelundup harus menghadapi hukuman penjara hingga hukuman mati. Pada 2013 lalu, warga Inggris bernama Lindsay Sandiford divonis bersalah atas penyelundupan obat terlarang dan dijatuhi hukuman mati. [ias]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini