Selemah Itukah Pengamanan Gedung Parlemen AS Hingga Mudah Ditembus Pendukung Trump?

Jumat, 8 Januari 2021 07:19 Reporter : Hari Ariyanti
Selemah Itukah Pengamanan Gedung Parlemen AS Hingga Mudah Ditembus Pendukung Trump? Kerusuhan di Gedung Capitol AS. ©2021 Ribuan pendukung Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyerang gedung parlemen, US Capi

Merdeka.com - Kekacauan berdarah di gedung parlemen AS, Capitol pada Rabu terjadi setelah pasukan polisi yang bertugas berjaga di kompleks parlemen diserbu gerombolan pendukung Donald Trump di maba para pejabat penegak hukum menyebut insiden ini sebagai kegagalan besar untuk mempersiapkan pengamanan.

Pengepungan Capitol, kantor Senat dan DPR, menunjukkan salah satu kegagalan pengamanan paling suram dalam sejarah AS terkini, kata para pejabat dan mantan pejabat penegak hukum, mengubah salah satu simbol kekuasaan paling menonjol Amerika menjadi lokus kekerasan politik.

Para pejabat mengatakan, pengamanan pelantikan presiden telah ditetapkan secara detail melibatkan sejumlah badan keamanan, sementara pengamanan sidang gabungan Kongres pada Rabu untuk mengesahkan hasil pemilihan presiden 2020 minim perencanaan. Padahal telah ada tanda peringatan potensi kekerasan oleh pendukung garis keras Trump, yang marah oleh klaim tak berdasar Trump tentang kecurangan pemilu dan berharap menggagalkan pelantikan Presiden terpilih Joe Biden.

Sistem pengamanan pada awalnya ditangani hampir seluruhnya hanya oleh Kepolisian Capitol AS, pasukan beranggotakan 2.000 orang di bawah kendali Kongres dan didedikasikan untuk melindungi Capitol Grounds seluas 126 hektar. Untuk alasan yang masih belum jelas hingga Kamis pagi, pasukan lain dari aparat keamanan pemerintah federal AS tidak dikerahkan selama berjam-jam saat para perusuh mengepung kursi Kongres. Capitol dapat dicapai dengan berjalan kaki sebentar dari tempat Trump menyampaikan pidato sebelum kerusuhan dimulai, menyebut pemungutan suara itu sebagai "serangan mengerikan terhadap demokrasi kita" dan mendesak para pendukungnya untuk "berjalan ke Capitol" dalam "Pawai Selamatkan Amerika".

Sebelumnya ada peringatan proses penghitungan suara elektoral di Kongres, biasanya formalitas, dapat berubah menjadi kekerasan. Namun demikian, kepolisian Capitol tidak meminta bantuan sebelumnya untuk mengamankan gedung dari agen federal lainnya seperti Departemen Keamanan Dalam Negeri, menurut seorang pejabat senior. Dan bala bantuan Garda Nasional, yang dipanggil wali kota Washington, tidak dimobilisasi hingga lebih dari satu jam setelah pengunjuk rasa pertama kali menerobos barikade.

Sebaliknya, badan-badan tersebut secara agresif dikerahkan oleh pemerintahan Trump selama unjuk rasa kebrutalan polisi musim panas lalu di Washington dan tempat lain di AS

Polisi Capitol tidak menanggapi permintaan komentar terkait hal ini.

Baca Selanjutnya: Tidak ada tanda-tanda dari intelijen...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini