Sekilas Perbandingan Ketatnya Pengamanan Pelantikan Jokowi dan Donald Trump

Senin, 21 Oktober 2019 07:26 Reporter : Pandasurya Wijaya
Sekilas Perbandingan Ketatnya Pengamanan Pelantikan Jokowi dan Donald Trump Pelantikan Jokowi-Maruf. ©2019 Merdeka.com/Iqbal Nugroho

Merdeka.com - Pelantikan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin kemarin di Ibu Kota Jakarta menjadi sorotan sejumlah media nasional dan internasional dari segi pengamanan. Pelantikan Jokowi kemarin terlihat lebih ketat dibanding ketika 2014 saat periode pertama.

Tidak kurang dari 30.000 personel gabungan dikerahkan untuk mengamankan hari pelantikan Jokowi kemarin, termasuk pesawat tanpa awak (drone) CH4 yang memantau segala pergerakan yang dinilai rawan keamanan. Sejumlah jalan protokol di Jakarta juga ditutup.

Pengamanan pelantikan seorang presiden memang menjadi pekerjaan besar bagi personel keamanan, termasuk di negara adikuasa seperti Amerika Serikat ketika Presiden Donald Trump dilantik pada Januari 2017.

Sederet pasukan keamanan disiapkan dari mulai FBI, ARF, Polisi Taman, Keamanan Bea Cukai dan Perbatasan (CBP), Penjaga Pantai, Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit serta Departemen Energi.

Dilansir dari laman ABC News, Januari 2017, Departemen Kepolisian Ibu Kota bertanggung jawab untuk mengamankan Washingotn dan Departemen Kepolisian Metropolitan bertanggung jawab mengamankan rute parade Trump sekaligus keseluruhan acara pelantikan.

Lebih dari 3.000 petugas kepolisian dan garda Nasional juga bersiaga dan berpatroli.

Secret Service menjalani pelatihan untuk mengamankan setiap rombongan orang penting. Dalam sebuah latihan agen Secret Service terlihat berlatih menghadapi drone yang menyebarkan gas berbahaya ke arah presiden dan kerumunan orang.

"Prioritas pertama kami adalah melindungi presiden dan tokoh publik serta mengamankan seluruh proses pelantikan," kata Brian Ebert, agen Secret Service yang bertanggung jawab atas pasukannya.

Perlindungan Bea Cukai dan Perbatasan juga mengamankan wilayah udara sejak sepekan sebelum pelantikan Trump untuk memastikan keamanan sistem komunikasi.

"Kami hanya ingin melakukan apa yang kami mampu untuk menghentikan segala ancaman keamanan," kata pilot CBP kepada ABC News.

1 dari 1 halaman

Ancaman Serangan lone-wolf

Sumber keamanan juga mengatakan mereka menerapkan sistem pengamanan berlapis untuk mengamankan pelantikan Trump, seperti barikade fisik, pos pemeriksaan dengan magnetometer, penggeledahan tas, patroli petugas berpakaian preman, termasuk deteksi radiasi dan kamera pengawas.

Jalan-jalan utama, terowongan dan jembatan yang mengarah ke ibu kota dan pusat kota juga ditutup.

Untuk melindungi kemungkinan serangan kendaraan seperti yang pernah terjadi di Jerman dan Prancis, aparat keamanan AS juga menempatkan sejumlah truk berisi pasir untuk memblokir kawasan pelantikan.

Di perairan, Pasukan Penjaga Pantai juga berpatroli.

"Ancaman serangan individu (lone-wolf) termasuk yang paling menjadi perhatian kami," ujar Asisten Direktur Kantor FBI Washington Paul Abbate.

Orang-orang ini adalah mereka yang beroperasi sendiri dan sering kali tidak terdeteksi radar aparat keamanan.

Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah serangan teror lone-wolf terjadi di beberapa negara seperti di Eropa, seperti yang sering diklaim kelompok ISIS. [pan]

Baca juga:
Usai Pelantikan, Jokowi Terima Kunjungan Pimpinan Negara Sahabat
Lima Negara Kirim Utusan Khusus Temui Jokowi Usai Pelantikan Presiden
Tantangan Pemerintah Tidak Ringan, Hasto Minta Kader PDIP Doakan Jokowi
Halangi Tamu Negara, Ini Penampakan Mobil B 1 RI yang Berisi Parang

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini