Sejumlah Perusahaan Travel Internasional Dituduh Ambil Untung dari Permukiman Ilegal

Rabu, 30 Januari 2019 15:39 Reporter : Hari Ariyanti
Sejumlah Perusahaan Travel Internasional Dituduh Ambil Untung dari Permukiman Ilegal AirBnB. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Sejumlah perusahaan travel internasional seperti Airbnb, Booking.com, Expedia dan TripAdvisor dituduh mengambil untung dari permukiman ilegal Israel. Dalam laporannya, Amnesty Internasional menyebut sejumlah perusahaan ini mengambil untung dari kejahatan perang yang dilakukan Israel. Dalam kajian yang berjudul, Destinasi: Pendudukan yang dirilis pada Rabu (30/1), Amnesty Internasional menyerukan perusahaan tersebut berhenti membuat daftar akomodasi wisata, kegiatan, dan atraksi di permukiman yang masuk wilayah pendudukan Israel.

"Mereka melakukannya walaupun mengetahui bahwa pendudukan Israel di Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur, diatur oleh hukum humaniter internasional dimana permukiman Israel dianggap ilegal," kata laporan itu sebagaimana dilansir dari Al Jazeera, Rabu (30/1).

"Bisnis dengan memanfaatkan pemukiman, keempat perusahaan berkontribusi, dan mendapat keuntungan dari pemeliharaan, pengembangan dan perluasan permukiman ilegal, yang merupakan kejahatan perang di bawah hukum pidana internasional," lanjut laporan itu.

Amnesty menuduh perusahaan tersebut "menormalisasi" permukiman di Tepi Barat dan Yerusalem Timur.

"Dalam rangka meningkatkan pemesanan, banyak daftar (penginapan) di permukiman mempromosikan kedekatannya dengan daerah-daerah yang memiliki keindahan alam di wilayah yang diduduki, seperti Laut Mati, cagar alam dan gurun," kata laporan itu.

"Dengan membuat daftar dan mempromosikan keistimewaan alami ini dan kegiatan serta daya tarik berbasis alam, perusahaan digital meningkatkan daya tarik dari daftar tersebut, mendapatkan lebih banyak wisatawan dan pada akhirnya mendapatkan keuntungan finansial dari eksploitasi ilegal sumber daya alam Palestina," sambungnya.

Berdasarkan hukum internasional, pemukiman Israel di wilayah Palestina ilegal. Amnesty meluncurkan kampanye pada 2017 yang menyerukan kepada pemerintah untuk mencegah perusahan di negara mereka beroperasi di permukiman Israel.

"Pemerintah di seluruh dunia harus mengambil tindakan untuk mengatur perusahaan atau kegiatan yang mereka kendalikan," kata laporan itu.

Pada November 2018, Airbnb mengumumkan akan menghapus semua daftar penginapan di permukiman Israel di Tepi Barat. Langkah itu dikecam Israel dan dipuji para pendukung Palestina ketika diumumkan.

Kendati demikian, Amnesty mengkritik Airbnb bahwa keputusan yang sama tak dilakukan untuk kawasan Yerusalem Timur. Menanggapi hal ini, Simon Wiesenthal Center menempatkan Airbnb dalam daftar "10 insiden anti-Semit global terburuk" pada akhir 2018.

Sekelompok warga Amerika juga mengajukan gugatan terhadap perusahaan ini. Israel menduduki Tepi Barat, Jalur Gaza, bagian dari Dataran Tinggi Golan dan Yerusalem Timur setelah Perang Enam Hari 1967. Lebih dari 600.000 warga Israel kini tinggal di permukiman ilegal Tepi Barat dan Yerusalem Timur. Palestina menginginkan daerah-daerah ini dan Jalur Gaza menjadi bagian Palestina dengan Yerusalem Timur sebagai ibukotanya. Namun kemudian Israel mengklaim Yerusalem sebagai ibukotanya. [pan]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini