Sejarah terbentuknya keganasan kelompok Abu Sayyaf

Senin, 11 April 2016 08:05 Reporter : Pandasurya Wijaya
Sejarah terbentuknya keganasan kelompok Abu Sayyaf abu sayyaf. ©2016 youtube.com

Merdeka.com - Kelompok militan Abu Sayyaf (ASG) di Filipina kini masih menyandera 10 pelaut Indonesia sejak akhir bulan Maret lalu. Meski informasi di seputar mereka masih belum jelas, Abu Sayyaf diyakini adalah salah satu kelompok militan paling kejam di Asia Tenggara.

Pengamat keamanan Internasional Rommel Banlaoi yang pernah menulis sejumlah makalah tentang ASG mengatakan, "mereka kecil tapi kelompok ekstrem muslim paling menakutkan di Filipina."

Dikutip dari stasiun televisi CNN, badan Keamanan Nasional Australia menyatakan ada sekitar 400 anggota Abu Sayyaf hingga hari ini. Angka itu masih terus naik-turun seiring upaya kontraterorisme dari militer Filipina dan dunia.

Anggota kelompok ini kebanyakan anak muda muslim Filipina dari kepulauan Sulu, wilayah Sabah, Malaysia.

Mereka dilaporkan dilatih dan didanai oleh kelompok Al Qaidah dan cabangnya di Indonesia, Jamaah Islamiyah. Kelompok ini didirikan pada 1990-an.

Mereka beroperasi di wilayah barat Mindanao, terutama di Provinsi Basilan, Sulu, dan Tawi-tawi, masih kawasan kepulauan Sulu.

Abu Sayyaf adalah kelompok militan pertama yang dinyatakan diburu oleh pengadilan Filipina pada 2015. Namun kelompok ini sudah masuk dalam daftar Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Oktober 2001 karena punya hubungan dengan Al Qaidah.

Kementerian Pertahanan AS dan Badan Keamanan Naisonal Australia memasukkan ASG ke dalam daftar organisasi teroris pada 1997 dan 2002.

Kelompok militan ini juga sudah menyatakan berbaiat kepada Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) dalam sebuah video di YouTube pada 2014 silam.

Dari segi nama, dalam bahasa Arab Abu Sayyaf berarti 'ayah pria berpedang'. Kelompok ini dibentuk pada awal 1990-an oleh Abdurajak Janjalani, sosok ulama karismatik dari Basilan.

Setelah menempuh pendidikan di Timur Tengah, di mana dia bertemu [pan] SELANJUTNYA

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini