Sejarah Permusuhan dan Pertikaian Antara ISIS dengan Taliban

Kamis, 23 September 2021 07:22 Reporter : Hari Ariyanti
Sejarah Permusuhan dan Pertikaian Antara ISIS dengan Taliban Anggota Taliban menginspeksi area di dekat TKP ledakan di Jalalabad. ©AFP

Merdeka.com - Ketika ISIS mengklaim bertanggung jawab atas serangkaian serangan bom di Afghanistan yang menargetkan Taliban pekan ini, aksi teror menandai konflik bersejarah terbaru antara dua kelompok ekstremis ini.

Ketika kembalinya Taliban berkuasa di Afghanistan disambut banyak kelompok teror, ISIS adalah pengecualian.

Siapa Taliban dan ISIS?

Taliban dan ISIS, keduanya merupakan kelompok ekstremis yang ingin membentuk negara otoriter berdasarkan hukum syariah atau hukum Islam yang mereka interpretasikan dengan keras dan siap menggunakan kekerasan untuk mencapai tujuan mereka.

Apa perbedaan ISIS dan Taliban?

Seperti dikutip dari laman Al Arabiya, Rabu (22/9), walaupun ISIS dan Taliban merupakan militan ekstremis, mereka berbeda dalam interpretasi agama dan strategi. Pergulatan itu menyebabkan pertempuran berdarah antara keduanya.

Perbedaan paling siginifikan antara ISIS dan Taliban adalah dalam interpretasi ideologi dan penerapan hukum syariah.

Menurut jurnalis, Mah-Rukh Ali, salah satu perbedaan mereka adalah bagaimana memperlakukan perempuan berdasarkan hukum Islam. Pada 2015 dalam laporan yang diterbitkan Reuters Institute untuk Penelitian Jurnalisme, Ali menyoroti bahwa ISIS menganggap perempuan sebagai objek seksual sementara tidak demikian dengan Taliban.

Koresponden asing The Guardian, Jason Burke, menyatakan kelompok tersebut termasuk Taliban, yang telah “menunjukkan pragmatisme yang lebih besar dalam beberapa tahun terakhir,” sangat kontras dengan mereka, seperti ISIS, “yang percaya pada kekerasan yang tak tanggung-tanggung, komitmen ekstrim terhadap kemurnian doktrin dan prediksi apokaliptik.”

Apakah Taliban dan ISIS bermusuhan?

Dua kelompok ini merupakan musuh sejak lama yang bertarung sengit sejak 2015 ketika ISIS membentuk sayap kelompok ekstrim mereka di Provinsi Khorasan, Afghanistan saat itu ketika kelompok ini ingin memperluas jangkauan geografis mereka di luar Irak dan Suriah.

Hari-hari sebelum penarikan akhir pasukan Amerika Serikat di Afghanistan, ISIS Khorasan atau ISIS-K melakukan serangan bom bunuh diri di bandara Kabul. Serangan ini menewaskan 13 anggota militer AS dan lebih dari 100 warga sipil Afghanistan, menjadi hari paling mematikan bagi militer AS di Afghanistan sejak 2011.

Yang paling menonjol, dalam pernyataan pertama kelompok itu setelah perebutan Afghanistan oleh Taliban, ISIS “pada dasarnya menyebut Taliban sebagai antek AS” dan menyebut Taliban “menyerahkan Afghanistan di atas bejana perak” oleh Amerika, menurut seorang pakar BBC tentang pesan ekstremis, Mina Al-Lami kepada NPR.

Baca Selanjutnya: Sejarah kejatuhan ISIS dan Taliban...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini