Hot Issue

Sejarah Mengajarkan Tidak Mudah Mengatakan Pandemi Sudah Berakhir

Kamis, 14 Oktober 2021 08:47 Reporter : Pandasurya Wijaya

Di masa lalu, seperti juga saat ini, gerakan anti-vaksin mengancam kesehatan masyarakat dan menghambat upaya penanganan penyakit.

Ketika Edward Jenner membuat vaksin cacar pertama pada 1798, sejumlah poster muncul di Inggris memperlihatkan gambar manusia yang sudah divaksin mempunyai tanduk dan kuku tajam, kata Dr Snowden.

"Pada abad ke-19 di Inggris, gerakan perlawanan terbesar adalah gerakan anti-vaksin," kata dia. Dengan adanya penolakan vaksin maka penyakit yang tadinya bisa dijinakkan jadi bertahan.

Namun perbedaan antara mereka yang skeptis dengan vaksin dan kabar hoaks tentang pandemi di masa lalu dan sekarang, kata sejarawan, adalah kebangkitan media sosial. Perdebatan dan berita hoaks berseliweran di seputar pandemi melalui media sosial.

Untuk H.I.V, kata Dr Brandt, "memang ada teori konspirasi dan berita hokas, tapi tidak sebesar dan seluas di masa Covid-19."

Sejumlah ahli awalnya menyatakan masker tidak mencegah penularan tapi kemudian mereka mengubah keputusan. Epidemiolog membuat model tentang bagaimana perkembangan pandemi dan bagaimana cara untuk mencapai kekebalan kelompok, tapi kemudian semua itu meleset. Para ahli menyebut virus menyebar lewat permukaan benda tapi kemudian mengatakan tidak, virus menyebar lewat percikan air liur di udara. Mereka bilang virus kecil kemungkinannya bermutasi, tapi kemudian muncul varian Delta yang sangat mudah menular.

"Kita membayar mahal untuk semua itu," kata Dr Snowden. Banyak orang hilang kepercayaan dengan apa yang dikatakan para ahli.

Jonathan Moreno, sejawaran kedokteran dan sains di Universitas Pennsylvania mengatakan akhir dari pandemi Covid-19 bisa dianalogikan seperti kanker yang kini sudah menjadi maklum di tengah masyarakat.

"Kita tidak pernah benar-benar pulih," kata dia. "Penyakit itu selalu membayangi." [pan]

Baca juga:
Hakim New York Putuskan Nakes Boleh Tidak Divaksin karena Alasan Agama
Selandia Baru Akan Wajibkan Dokter dan Guru Divaksin Covid-19
Rusia Uji Coba Vaksin Covid Lewat Semprot Hidung
Pakar WHO Dukung Vaksin Booster untuk Orang dengan Imun Lemah
Merc & Co Ajukan Izin Penggunaan Darurat Pil Covid-19 Molnupiravir di AS
Kota Terbesar Australia Mulai Hidup Berdampingan dengan Covid-19

Halaman

Show All
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini