Sejarah Kelam Jelang Pelantikan Abraham Lincoln 160 Tahun Lalu Dikhawatirkan Terulang

Sabtu, 16 Januari 2021 07:27 Reporter : Hari Ariyanti
Sejarah Kelam Jelang Pelantikan Abraham Lincoln 160 Tahun Lalu Dikhawatirkan Terulang Abraham Lincoln. ©vk.com

Merdeka.com - Jika awal tahun 2021 yang menegangkan membuat Anda khawatir sejarah terulang kembali, Anda tidak sendirian.

Para pakar sejarah politik mengatakan, ada kesesuaian antara pemberontakan 6 Januari di US Capitol dengan apa yang terjadi 160 tahun lalu, ketika tujuh negara bagian di selatan memisahkan diri dari Amerika Serikat antara Desember 1860 dan Februari 1861.

Perjalanan ke pelantikan pertama Lincoln juga dramatis. Faktanya, sebulan setelah Lincoln disumpah pada 4 Maret 1861, tembakan ke Fort Sumter menandai dimulainya Perang Sipil, perang paling mematikan di Amerika.

“Menurut saya 1860-1861 mungkin analog terbaik untuk (2021),” jelas pakar politik Robert Lieberman, yang juga penulis Four Threats: The Recurring Crises of American Democracy, dilansir TIME, Jumat (15/1).

Leiberman mengatakan, penyerangan Gedung Parlemen atau US Capitol pekan lalu adalah “yang paling dekat dengan tahun 1861, satu contoh kegagalan nyata dari apa yang Anda sebut peralihan kekuasaan damai yang berjalan lancar."

Perbedaan besar yang Lieberman temukan antara dulu dan sekarang adalah bahwa pemberontakan 2021 datang “dari dalam pemerintahan,” merujuk pada anggota Kongres dan Presiden Donald Trump yang menghasut para pemberontak.

“Ini adalah pemberontakan yang dihasut Presiden Amerika Serikat,” cetusnya.

“Itu sama sekali tanpa preseden. Itu sangat mencengangkan bagi saya,” lanjut Lieberman.

Baca Selanjutnya: Penyerbuan US Capitol 1861...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini