Sederet Menteri Ini Mundur karena Alasan Tak Biasa

Kamis, 18 Juli 2019 07:12 Reporter : Hari Ariyanti
Sederet Menteri Ini Mundur karena Alasan Tak Biasa Aida Hadzialic. ©Flickr/Socialdemokraterna/Victor Svedberg

Merdeka.com - Menteri Lingkungan Hidup Prancis, Francois de Rugy memutuskan mundur dari jabatannya baru-baru ini. Alasannya, dia dituduh makan hidangan lobster di sebuah restoran menggunakan dana dari APBN Prancis.

Rugy diketahui menjabat sejak September 2018 lalu. Dia mengumumkan mundur setelah sepekan beredar kabar dirinya makan lobster dengan uang negara. Kabar tersebut beredar di situs web sayap kiri Mediapart.

"Serangan dan hukuman mati tanpa pengadilan yang menargetkan keluarga saya memaksa saya untuk mengambil langkah mundur yang diperlukan," jelasnya, dilansir dari laman AFP, Rabu (17/7).

Sebelumnya, tersebar sejumlah foto yang menunjukkan Rugy dan istrinya tengah menikmati makan malam lobster dan sampanye di sebuah restoran mewah di Hari Valentine. Situs web itu menuduh peristiwa itu mengorbankan pembayar pajak. Rugy membantah telah menggunakan uang negara untuk menu santap makan malamnya. Dalam sebuah kesempatan, dia mengatakan dirinya alergi lobster dan tidak menyukai sampanye karena membuatnya sakit kepala.

Bukan hanya Rugy yang mengundurkan diri karena alasan tak biasa. Sejumlah pejabat di sejumlah negara ini juga memutuskan memundurkan diri dengan alasan yang tak biasa dan cukup unik.

1 dari 4 halaman

Menteri di Meksiko Mundur karena Sebabkan Pesawat Telat Berangkat

Baru-baru ini, Menteri Lingkungan Hidup Meksiko, Joseda Gonzales Blanco mengundurkan diri dari jabatannya setelah mendapat kecaman dari pengguna media sosial lantaran telah membuat pesawat terlambat hingga 38 menit. Blanco dijadwalkan terbang dari Mexico City ke Mexicali -- perbatasan Amerika Serikat.

Lantaran datang terlambat (alasan belum jelas) ia meminta salah satu petinggi maskapai yang sebelumnya ia kenal baik, untuk tidak menerbangkan pesawat hingga ia tiba.

"Penumpang harus menunggunya," ujar Presiden Meksiko Andres Manuel Lopez Obrador, dilansir dari laman The Guardian, Selasa (28/5/2019).

Salah satu penumpang kemudian merekam keterlambatan pesawat. Penumpang dengan akun Twitter JR Rioja itu berkata, pesawat yang membawa 198 orang itu sudah bersiap lepas landas. Namun, pilot tiba-tiba mengumumkan mereka harus kembali setelah ada "keputusan eksekutif" untuk kembali dan menunggu penumpang yang datang terlambat.

Setelah Gonzalez Blanco naik, Rioja langsung mengambil foto menteri 54 tahun itu dan mengunggahnya di Twitter supaya memberikan efek hukuman sosial. Atas tindakannya ini, banyak netizen yang mengecam. Tak tahan dengan risakan netizen, Blanco pun mengundurkan diri.

Ia kemudian mengajukan surat pengunduran dirinya kepada pihak terkait. Dalam suratnya, dia meminta maaf karena bertindak berseberangan dengan upaya perbaikan kehidupan publik. Dalam surat yang ia tulis, Blanco meminta maaf kepada rakyat. Sebab, tindakannya bersebrangan dengan upaya perbaikan transportasi publik.

Di Twitter, Blanco juga menegaskan Presiden Obrador tak bertanggung jawab atas kesalahannya. "Sayalah yang harus disalahkan. Presiden tak pernah memaksakannya," katanya.

Lopez Obrador mengatakan dia sudah menerima pengunduran diri Blanco karena memang tidak sejalan dengan usahanya memperbarui Meksiko.

2 dari 4 halaman

Gara-gara Komentari Bencana Gempa dan Tsunami, Menteri di Jepang Mundur

Pada April lalu, Menteri Olimpiade Jepang, Yoshitaka Sakurada menyatakan mundur dari jabatannya lantaran dia merasa mendapat tekanan besar atas serangkaian kelalaian yang dia lakukan, termasuk upaya pemulihan di wilayah Tohoku yang rusak akibat gempa dan tsunami pada 2011 lalu.

"Saya benar-benar minta maaf karena membuat pernyataan yang dapat menyinggung korban atau keluarga mereka. Saya merasa harus bertanggung jawab dan menyerahkan pengunduran diri saya," tuturnya kepada wartawan di Kantor Perdana Menteri setelah bertemu dengan Shinzo Abe, dilansir dari Japan Times, Kamis (11/4/2019).

Sakurada adalah sosok yang diberikan amanah untuk penyelenggaraan Olimpiade dan Paralimpiade Jepang, yang rencananya akan diselenggarakan di Tokyo pada 2020 mendatang. Sakurada adalah menteri kabinet kedelapan yang mengundurkan diri sejak Shinzo Abe kembali terpilih menjadi Perdana Menteri Jepang pada 2012.

Sakurada memutuskan berhenti sebagai Menteri Olimpiade setelah mengatakan seorang anggota parlemen dari Partai Demokratik Liberal di wilayah timur laut --yang dilanda gempa bumi dan tsunami pada 11 Maret 2011 dan memicu bencana nuklir Fukushima-- lebih penting daripada pemulihan di daerah tersebut. Ini ia sampaikan ketika ia memberikan pidato di sebuah acara penggalangan dana anggota parlemen.



3 dari 4 halaman

Mundur karena Kedapatan Mabuk Saat Mengemudi

Menteri Pendidikan Tinggi Swedia, Aida Hadzialic, ditangkap polisi pada tahun 2016 karena mengemudi dalam kondisi mabuk. Kasus itu kemudian diekspose besar-besaran oleh media massa setempat. Menteri perempuan termuda dalam sejarah Swedia ini lantas memutuskan mundur dari posisinya.

Aida mengakui skandal mabuk saat mengemudi ini mencoreng reputasi pribadinya, sekaligus membuat malu Partai Sosial Demokrat yang menguasai pemerintahan. "Saya memilih mundur karena kesalahan saya sangat serius," ujar, dilansir dari BBC, Senin (15/8/2016).

Saat itu Aida baru berusia 29 tahun. Wanita imigran asal Bosnia Herzegovina ini mulai menjabat pada 2014. Dia datang bersama keluarganya untuk menetap di Swedia ketika masih berusia 5 tahun.

Polisi menangkap Aida karena berkendara serampangan di Jembatan Oresund, Kota Malmo, dekat perbatasan Denmark. Dari pemeriksaan petugas, ternyata kadar alkohol di tubuh Aida di atas 0,2 gram. Dalam jumpa pers, Aida mengaku mengonsumsi beberapa gelas anggur ketika menghadiri jamuan makan di Denmark. Dia memutuskan mengendarai mobil sendiri melintasi perbatasan kedua negara, mengira kadar alkohol akan turun sepanjang perjalanan.




4 dari 4 halaman

Jalan-jalan dengan Dana APBN, Menteri Kesehatan AS Mundur

Pada September 2017, Menteri Kesehatan Amerika Serikat, Thomas 'Tom' Price, mundur dari jabatannya karena menyelewengkan anggaran kementerian buat membiayai perjalanan pribadi menggunakan jet sewaan. Namun, Presiden AS, Donald Trump, menampik hal itu dan menyatakan Tom dipecat karena ulahnya.

"Menteri Kesehatan dan Pelayanan Masyarakat, Thomas Price, mengajukan permohonan pengunduran diri dan diterima oleh presiden," kata Kepala Biro Pers Gedung Putih saat itu, Sarah Huckabee Sanders, dalam pernyataannya, dilansir dari lama AFP, Sabtu (30/9/2017).

Tom menyandang jabatan Menteri Kesehatan itu kurang dari delapan bulan. Selama menjadi anggota kabinet, Tom disebut menyalahgunakan anggaran karena kerap menyewa pesawat jet buat kepentingan pribadi. Dari data yang didapat, Tom melakukan 26 kali perjalanan menggunakan jet sewaan dengan total biaya mencapai USD 400 ribu (sekitar Rp5,3 miliar).

Kementerian Kesehatan beralasan seluruh perjalanan Tom terkait urusan pekerjaan. Namun, dari sejumlah catatan penerbangan terungkap kalau dia sering bepergian ke daerah-daerah di mana dia memiliki rumah, atau mengunjungi kerabat. Tom menyatakan bakal mengganti biaya penerbangannya, tetapi hal itu tetap tidak menyelamatkan posisinya.

Dalam surat pengunduran dirinya, Tom yang sempat menjadi anggota kongres menyatakan dia bangga menjadi bagian dari kabinet Trump.

"Saya menghabiskan 40 tahun menjadi dokter dan pelayan masyarakat. Saya menyesalkan kejadian baru-baru ini membuat catatan kinerja saya menjadi suram," tulisnya.

Price adalah anggota kabinet Trump paling tua yang terdepak dari lingkar kekuasaan. Sejumlah anggota kabinet Trump juga diduga kerap menghamburkan uang negara buat membiayai perjalanan pribadi. Mereka adalah Menteri Keuangan Steve Mnuchin, Menteri Dalam Negeri Ryan Zinke, dan Kepala Agensi Perlindungan Lingkungan Scott Pruitt. [pan]

Baca juga:
Dituding Makan Lobster Pakai Dana APBN, Menteri di Prancis Mundur
Menteri Meksiko Mundur karena Bikin Pesawat Telat Berangkat
Meksiko Lelang Mobil Mewah Koruptor untuk Bantu Rakyat Miskin
Deretan menteri termuda di dunia, usia di bawah 30 tahun
Jadikan Kimono Nama Merek Pakaian Dalam, Menteri Jepang Sentil Kim Kardashian
Jepang Kembali Berburu Paus Setelah 33 tahun

Topik berita Terkait:
  1. Prancis
  2. Jepang
  3. Meksiko
  4. Swedia
  5. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini