Sebut Mayang 'waria', koran Australia dikecam kaum LGBT

Selasa, 7 Oktober 2014 13:02 Reporter : Ardyan Mohamad
Mayang Prasetyo. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Kelompok Lesbian, Gay, Transgender, dan Transeksual (LGBT) Australia, mengecam surat kabar The Courier Mail atas berita pembunuhan Mayang Prasetyo. Transgender diduga kuat Warga Negara Indonesia itu sebelumnya ditemukan tewas termutilasi, dan bahkan sebagian tubuhnya dimasak oleh pelaku yang juga suaminya sendiri.

Kelompok LGBT Trans Health Australia mengecam pilihan kata-kata Courier Mail yang menyebut Mayang sebagai waria (ditulis di koran itu 'she-male'). Media ini juga memuat informasi, bahwa Mayang diduga berprofesi sebagai pekerja seks komersial dengan tarif setara Rp 5 juta per malam. Tapi kabar Mayang seorang PSK itu rupanya tidak valid karena dibantah kepolisian.

"Berita itu menjijikkan. Itu sangat menghina mendiang. Mayang adalah korban dan sudut pandang media membuatnya seakan sama bejat dengan suaminya yang melakukan kejahatan itu," kata Ketua Trans Health Australia Melody Moore seperti dilansir Brisbane Times, Selasa (7/10).

Sebuah petisi di situs change.org sudah muncul, menuntut Courier Mail meminta maaf atas pilihan kata waria buat menjelaskan identitas Mayang. Hingga berita ini dilansir, lebih dari 4.000 warga ikut tanda tangan mendukung petisi tersebut.

Moore menjelaskan, kaum LGBT marah dengan cara media Australia memberitakan pembunuhan tersebut, karena menimbulkan kesan kaum transgender adalah sesuatu yang aneh. Kata-kata 'shemale' atau 'ladyboy' dianggap bernilai rasa buruk. Apalagi informasi Mayang bekerja sebagai pelacur juga ditonjolkan.

"Kami berjuang selama ini agar transgender diterima sepenuhnya oleh masyarakat sebagai perempuan seutuhnya. Kata waria itu sungguh merendahkan."

Editor Surat Kabar inggris The Guardian, Amy Gray, hari ini juga membuat editorial mengecam standar jurnalistik Australia. Seharusnya Dewan Pers Negeri Kanguru bertindak, bukannya membiarkan koran-koran terus mengeksploitasi latar belakang korban sebagai transgender.

"Media massa kita mengeksploitasi korban, bahkan ketika dia sudah mati," tulis Amy.

Dalam keterangan tertulis diterima merdeka.com, Senin (7/10), Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Kota Sydney masih bekerja sama dengan Kepolisian Brisbane untuk mempertegas status kewarganegaraan Mayang.

"Informasi diterima, keduanya bekerja sebagai koki di kapal pesiar. Mayang sebelumnya bermukim di Melbourne sebelum pindah ke Brisbane enam bulan lalu," tulis KJRI.

Kasus ini menghebohkan warga Australia karena pelaku, bernama Marcus Peter Volke (28 tahun), bertindak keji pada istrinya itu. Tak hanya membunuh Mayang, dia pun diduga kuat polisi memasak bagian tubuh Mayang.

Volke sempat melarikan diri, karena petugas Apartemen Tenerife datang setelah tetangga mengeluhkan bau busuk dari kamar yang disewa pasangan itu. Sambil kabur, pria berprofesi sebagai juru masak itu lantas bunuh diri dengan menggorok lehernya sendiri, 100 meter dari apartemen. [ard]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini