Sebuah Kartu Pos Dikirim dari Hong Kong Tiba di Amerika 26 Tahun Kemudian

Rabu, 17 Juli 2019 14:30 Reporter : Hari Ariyanti
Sebuah Kartu Pos Dikirim dari Hong Kong Tiba di Amerika 26 Tahun Kemudian Memberi kabar lewat kartu pos, sudah usangkah. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Seorang perempuan dari Illinois, Amerika Serikat berharap bisa menguak misteri soal kartu pos yang diterimanya. Pasalnya, kartu pos tersebut dikirim dari Hong Kong pada tahun 1993 lalu dan baru sampai pekan lalu atau setelah 26 tahun.

Perempuan tersebut adalah Kim Draper. Dia menyampaikan kepada CNN, awalnya dia berpikir kartu pos itu salah alamat ketika sampai pada 8 Juli lalu.

"Saya pertama cuma melihatnya dan saya mengira kemungkinan ditujukan untuk tetangga saya yang saya tidak kenal, karena kondisinya cukup baik," ujarnya, dilansir dari laman CNN, Rabu (17/7).

"Dan kemudian saya mengamatinya dan membacanya, dan ternyata ini dari tahun 1993 dan ini mengejutkan saya," lanjutnya.

Kartu pos itu tertanggal 8 Juli 1993, tepatnya 26 tahun sebelum sampai di alamat rumah Draper di Springfield, Illinois. Kartu pos tersebut bergambar perahu tradisional China dan ditujukan kepada Leena dan Muhammad Ali Kizilbash.

Pesan dalam kartu pos itu dibuka dengan kalimat, "Saya menikmati tempat yang sangat ramai ini" dan diakhiri dengan kalimat, "Sampai bertemu lagi segera. Ayahmu."

Draper mengatakan telah tinggal di rumah tersebut hampir empat tahun bersama suami dan putranya berusia 12 tahun. Dan ini adalah pertama kalinya dia mendapatkan kartu pos. Kartu tersebut sampai di alamat yang tepat setelah lebih dari seperempat abad lalu. Dia memutuskan untuk mencari pasangan penerima kartu tersebut.

Draper mengatakan orang dimana dia membeli rumah tersebut tak mengetahui siapa Leena dan Muhammad Ali Kizilbash, namun menduga mereka kemungkinan menyewa rumah tersebut dari pemilik sebelumnya. Nama mereka juga tidak terdata dalam data rekaman pajak properti daring.

Dia menemukan nama Leena Kizilbash di Facebook berada di Massachusetts, namun belum menemukan cara bagaimana menghubunginya untuk mengetahui apakah dia orang yang dimaksud dalam kartu pos tersebut. Dia juga meladeni wawancara dengan koran lokal.

"Saya harap mungkin jika seseorang melihatnya di koran lokal kami, mungkin anggota keluarga, mungkin mereka bisa membantu dan memberi tahu saya," ujarnya.

Sejumlah pembaca koran tersebut juga berupaya membantunya, namun dia belum mendapatkan petunjuk yang kuat.

"Saya sangat ingin bertemu mereka. Saya tidak ingin membiarkannya di kotak surat," ujarnya.

Sejumlah kawan dan rekan kerjanya juga membantunya menemukan keberadaan Leena dan Muhammad Ali Kizilbash karena penasaran bagaimana ujung cerita kisah kartu pos yang dikirim 26 tahun lalu ini. [pan]

Topik berita Terkait:
  1. Amerika Serikat
  2. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini