Saudi Tolak Desakan Turki Ekstradisi Pembunuh Jamal Khashoggi

Senin, 10 Desember 2018 11:24 Reporter : Jayanti
Saudi Tolak Desakan Turki Ekstradisi Pembunuh Jamal Khashoggi Aksi demo Jamal Khashoggi di Kedubes Arab Saudi. ©2018 Merdeka.com/Imam Buhori

Merdeka.com - Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Adel al-Jubeir, menegaskan negaranya tidak akan memenuhi permintaan Turki untuk mengekstradisi para tersangka pembunuhan Jamal Khashoggi. Putra Mahkota Muhammad bin Salman diduga terlibat pembunuhan keji ini.

"Kami tidak akan mengekstradisi warga kami," kata Adel al-Jubeir.

Lebih dari sepekan lalu, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menuntut ekstradisi para tersangka pembunuhan Jamal Khashoggi. Erdogan mengatakan perintah untuk membunuh Khashoggi berasal dari tingkat tertinggi pemerintah Arab Saudi.

Bahkan, sebagaimana dikutip dari BBC pada Senin (10/12), pengadilan Turki juga telah mengeluarkan surat perintah untuk dilakukan penangkapan pada Rabu (5/12).

Surat tersebut memerintahkan penangkapan terhadap mantan kepala intelijen Saudi, Ahmad al-Assiri dan mantan penasihat kerajaan Saud al-Qahtani.

Diketahui, Arab Saudi mendakwa 11 warga negaranya terlibat dalam pembunuhan jurnalis Washington Post itu, yang terjadi di konsulat resminya di Istanbul pada 2 Oktober.

Selain itu, Menlu al-Jubeir juga mengkritik cara Turki berbagi informasi dengan kerajaan, terkait penyelidikan terhadap kematian misterius Jamal Khashoggi.

"(Sikap) Otoritas Turki belum seperti yang kami harapkan," katanya, seperti dikutip oleh kantor berita AFP.

"Kami telah meminta para mitra di Turki untuk memberikan bukti yang dapat kami gunakan di pengadilan. Kami belum menerimanya dengan cara yang seharusnya diterima," lanjut al-Jubeir

Ia menyangkal bahwa Putra Mahkota Muhammad bin Salman terlibat dalam pembunuhan itu. Jaksa penuntut umum kerajaan mengatakan Khashoggi terbunuh di dalam konsulat adalah akibat dari operasi jahat yang diperintahkan oleh seorang perwira intelijen.

Khashoggi diberi suntikan mematikan setelah melakukan perlawanan. Tubuhnya kemudian dipotong-potong di dalam konsulat di Istanbul dan bagian-bagian tubuhnya diserahkan kepada kolaborator lokal di luar lapangan, kata jaksa. [did]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini