Saudi klaim pengelolaan haji tahun ini lebih modern dan terencana

Senin, 13 Agustus 2018 18:45 Reporter : Farah Fuadona
Saudi klaim pengelolaan haji tahun ini lebih modern dan terencana ilustrasi Haji di mekah. Ilustrasi shutterstock.com

Merdeka.com - Presiden Dua Masjid Suci (Masjidilharam di Mekah dan Masjid Nabawi di Madinah), Syeikh Abdurrahman As-Sudais, mengatakan pengelolaan ibadah haji 1439 Hijriyah/2018 oleh Pemerintah Kerajaan Arab Saudi lebih modern dan terencana jika dibandingkan dengan sebelumnya.

Dalam pernyataan melalui layanan pesan singkat, dilansir dari Antara, Syeikh As-Sudais mengatakan musim haji pada tahun ini dikelola oleh Kerajaan dengan perencanaan matang guna menerapkan beragam inovasi dan menyediakan sejumlah sarana modern untuk memastikan seluruh jamaah dapat melaksanakan ibadah dengan nyaman dan tenang.

Syeikh As-Sudais menjelaskan bahwa seluruh persiapan pelaksanaan haji oleh Kerajaan dilakukan dengan partisipasi dan koordinasi berbagai departemen dan lembaga terkait, termasuk pihak keamanan, Kementerian Dalam Negeri dan Emirat Mekah dan Madinah.

Ia mengatakan bahwa departemen berkompeten terus mengawasi arus jamaah, yang melewati pintu, tangga berjalan, dan tangga serta mengatur buka-tutup pintu selama musim haji. Sarana tersebut terdiri atas 210 pintu di Masjidilharam, seratus pintu di Masjid Nabawi, 28 tangga berjalan di Masjidilharam, 38 tangga berjalan bagi jamaah berkebutuhan khusus, serta tujuh tangga berjalan bagi wanita.

Selain itu, dalam rangka menyampaikan pesan peradaban Islam secara global, Kerajaan di bawah kepemimpinan Penjaga Dua Masjid Suci, Raja Salman dan Putra Mahkota, Pangeran Pangeran Muhammad bin Salman, meluncurkan sejumlah kegiatan bimbingan haji bagi jamaah agar pelaksanaan ibadah mereka sesuai dengan ajaran Islam.

Syeikh As-Sudais juga menjelaskan program lain, yang dijalankan Kerajaan, termasuk peningkatan peran perempuan untuk melayani jamaah dan pelayanan tamu.

Kerajaan juga menggiatkan program ilmiah dan bimbingan Al-Quran melalui peran anggota Dewan Imam, Ulama dan Dai dari Dua Masjid Suci dan sejumlah universitas.

Gagasan tersebut bertujuan menguatkan gambaran Islam dan mencuatkan peran Dua Masjid Suci. [frh]

Topik berita Terkait:
  1. Haji 2018
  2. Arab Saudi
  3. Jakarta
Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini