Saudi Bikin Aplikasi Buat Pantau Istri dan Saudara Perempuan

Kamis, 14 Februari 2019 18:06 Reporter : Merdeka
Saudi Bikin Aplikasi Buat Pantau Istri dan Saudara Perempuan aplikasi absher. ©Appleinsider

Merdeka.com - Politisi dan aktivis Amerika Serikat (AS) mengecam aplikasi buatan Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi yang memungkinkan pria untuk memantau istri dan kerabat perempuannya. Mereka meminta aplikasi itu segera dihapus dari Google Play Store dan App Store pada Apple.

Dilansir dari laman the Straits Times, Kamis (14/2), aplikasi Absher dapat memantau perjalanan perempuan dengan hanya memencet tombol.

Setelah itu pria dapat membatalkan izin istri dan kerabat wanita mereka untuk melakukan perjalanan ke luar Arab Saudi.

Dengan perangkat lunak ini, secara otomatis kaum Adam --yang terdaftar sebagai pengguna-- akan mendapatkan SMS setiap kali perempuan yang menjadi tanggung jawab mereka mempergunakan paspor.

Menurut juru kampanye hak asasi manusia, aplikasi yang tersedia secara gratis tersebut dianggap memungkinkan pelanggaran hak perempuan dan anak.

"Kontrol penuh laki-laki kini difasilitasi dengan teknologi modern dan membuat mereka lebih mudah dan membatasi kehidupan perempuan," kata Rothna Begum seorang ahli hak-hak perempuan Timur Tengah di Human Rights Watch.

Begum berpendapat bahwa aplikasi didesain, salah satunya untuk mendiskriminasi perempuan di negara konservatif itu. Hal itu dikarenakan perempuan Arab Saudi harus memiliki izin untuk segala hal di bawah sistem perwalian negara yang ketat.

Meskipun senator AS Ron Wyden telah meminta dengan tegas Google dan Apple untuk menghapus aplikasi tersebut, otoritas salah satu perusahaan mengaku belum mengetahui keberadaan perangkat lunak yang dimaksud.

Tim Cook, Kepala eksekutif Apple menyatakan ia belum pernah mendengar tentang Absher. Ia berjanji akan melihat perangkat lunak itu dalam waktu dekat.

Suad Abu-Dayyeh, juru bicara kelompok Equality Now untuk kawasan Timur Tengah meragukan kedua perusahaan akan mengambil tindakan tegas. Ia menyatakan tidak berharap banyak.

"Saya benar-benar berharap mereka mengambil sikap nyata untuk menghapus aplikasi ini, tetapi saya tidak terlalu berharap," ungkap Suad.

Kedua perusahaan disinyalir oleh sebagian aktivis perempuan tidak akan bertindak banyak. Hal itu mengingat Arab Saudi memiliki pengaruh politik dan ekonomi yang kuat, dan tidak memberikan perhatian lebih terhadap hak asasi asasi manusia.

Reporter: Siti Khotimah

Sumber: Liputan6.com [pan]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini