Satu Tersangka Pembunuhan Presiden Haiti Disebut Mantan Informan Pemerintah AS

Selasa, 13 Juli 2021 10:04 Reporter : Hari Ariyanti
Satu Tersangka Pembunuhan Presiden Haiti Disebut Mantan Informan Pemerintah AS Pelaku pembunuhan Presiden Haiti. ©REUTERS/Estailove St-Val

Merdeka.com - Salah seorang pria Haiti-Amerika yang ditangkap terkait dugaan terlibat dalam pembunuhan Presiden Haiti Jovenel Moise pekan lalu pernah menjadi informan untuk Badan Pemberantasan Narkoba AS (DEA). Demikian disampaikan seorang pejabat DEA pada Senin.

Pekan lalu, pihak berwenang Haiti menangkap dua pria Haiti-Amerika, Joseph Vincent (55) dan James Solages (35), dan mendakwa mereka bersama 26 orang Kolumbia terkait serangan mematikan terhadap Presiden Moise.

Pejabat tersebut, yang berbicara dalam kondisi anonim, menolak menyebutkan nama di antara dua pria itu yang pernah menjadi informan.

“Satu dari para tersangka dalam pembunuhan Presiden Haiti Jovenel Moise merupakan sumber terpercaya DEA,” jelas pejabat DEA tersebut dalam sebuah surel, dilansir Reuters, Selasa (13/7).

Dia menambahkan, tersangka tersebut menghubungi DEA setelah pembunuhan dan DEA mendesaknya agar menyerahkan diri.

“Orang-orang ini tidak bertindak atas nama DEA,” lanjutnya.

Tersangka ini bukan informan aktif saat pembunuhan terjadi, kata seorang sumber penegak hukum.

Orang Haiti-Amerika ketiga, Christian Emmanuel Sanon, ditangkap pada Minggu oleh pihak berwenang Haiti, yang menuduhnya menjadi dalang serangan tersebut.

Penegak hukum AS dan badan intelijen melakukan penyelidikan mengapa para pria Haiti-Amerika itu terlibat dalam pembunuhan.

2 dari 2 halaman

Pada Senin, Departemen Kehakiman AS mengatakan pihaknya telah diminta Haiti untuk membantu penyelidikan pembunuhan Moise dan sedang melakukannya.

“Penyelidikan awal telah dilakukan di Haiti oleh pejabat senior AS,” jelas juru bicara Departemen Kehakiman AS, Anthony Coley.

“Departemen juga akan menyelidiki apakah ada pelanggaran UU pidana AS kaitannya dengan masalah ini.”

Seorang sumber yang mengetahui penyelidikan ini mengatakan Solages dan Vincent menyampaikan kepada penyidik, mereka merupakan penerjemah untuk unit komando Kolumbia yang memegang surat penangkapan untuk Moise, tapi ketika mereka tiba di rumah Moise, presiden itu telah tewas.

Solages menyebut dirinya di dunia maya sebagai seorang “agen diplomatik bersertifikat” dan mantan “kepala komandan bodyguard” untuk Kedutaan Besar Kanada di Haiti. Pernyataan-pernyataan itu dibuat di situs web yayasan amal yang dia kelola, yang pada Kamis telah dihapus. Reuters meneliti versi arsip yang masih tersedia.

The Miami Herald mengutip seorang pejabat pemerintah yang tak disebutkan namanya mengatakan satu dekade lalu, Solages pernah bekerja sebentar di sebuah perusahaan yang menyediakan pengamanan untuk Kedutaan Kanada di Haiti.

Catatan Florida menunjukkan Solages telah memegang izin petugas keamanan dan senjata api.

Sementara informasi soal Vincent yang muncul hanya beberapa. [pan]

Baca juga:
Istri Presiden Haiti Sebut Pembunuhan Suaminya Terjadi 'Dalam Satu Kedipan Mata'
Haiti Minta Pasukan AS & PBB Amankan Infrastruktur Setelah Pembunuhan Presiden
Selubung Misteri di Balik Pembunuhan Presiden Haiti
Ini Wajah Para Pelaku Pembunuhan Presiden Haiti
Polisi Ungkap 28 Orang di Balik Pembunuhan Presiden Haiti
Pengamanan Ketat Usai Pembunuhan Presiden Haiti

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini