Saat Penembak Masjid Selandia Baru 'Dihakimi' para Penyintas di Pengadilan

Kamis, 27 Agustus 2020 07:07 Reporter : Iqbal Fadil
Saat Penembak Masjid Selandia Baru 'Dihakimi' para Penyintas di Pengadilan Persidangan Brenton Tarrant. ©AFP

Merdeka.com - Sebanyak 90 korban selamat dan keluarga korban penembakan di masjid Selandia Baru memberikan kesaksian dan mengkonfrontir pelaku Brenton Tarrant di pengadilan sebelum hakim akan menjatuhkan vonis pada hari Kamis (27/8).

Dalam persidangan sebelumnya, Tarrant, penganut paham white supremacist telah mengakui 51 dakwaan pembunuhan, 40 percobaan pembunuhan, dan satu tindakan terorisme atas serangan di masjid Al Noor dan Linwood di Christchurch pada 15 Maret 2019.

Dalam persidangan yang berlangsung selama tiga hari sejak Senin (24/8), salah satu pahlawan serangan teror itu mengatakan kepada Tarrant: "Anda harus berterima kasih kepada Tuhan pada hari itu saya tidak menangkap Anda".

"Kamu tahu wajah ini. Yang mengusirmu," kata Abdul Aziz Wahabzadah kepada Tarrant, yang menghadapi hukuman seumur hidup tanpa pembebasan bersyarat atas pembunuhannya. Aziz

Seperti diwartakan AFP, Aziz, ayah empat anak yang hadir di persidangan hari ketiga, Rabu (26/8), mengatakan kepada pengadilan bagaimana dia memasang badan sebagai target untuk melindungi para jemaah di dalam masjid tempat Tarrant melepaskan tembakan tanpa peringatan.

"Saya merunduk di antara mobil. Kedua anak laki-laki saya sedang melihat dari sisi masjid. Pengecut itu terus menembaki saya. Mereka berkata 'Ayah masuklah'. Saya mengatakan kepada mereka bahwa kalian masuk ke dalam, saya akan baik-baik saja," tutur Aziz di pengadilan.

"Saya menyebut itu pengecut. 'Anda mencari saya, saya di sini!' Saya tidak ingin dia masuk ke dalam masjid karena kami memiliki 80 hingga 100 orang yang salat pada saat itu," kenang Aziz.

Baca Selanjutnya: Tarrant Kabur...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini