Saat militer ikut campur

Kamis, 4 Juli 2013 08:02 Reporter : Ardini Maharani
Saat militer ikut campur Tentara Mesir. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - Mungkin ini akhir dari perjalanan Presiden Mesir Muhammad Mursi menjadi pemimpin tertinggi negara itu. Setelah mendapatkan waktu 48 jam dari dewan militer agar mundur, Mursi harus lengser dan digantikan dengam pemimpin sementara.

Ketua Dewan Tertinggi Angkatan Bersenjata Mesir Letnan Jenderal Abdul Fatah al-Sisi akhirnya memberikan pernyataan Presiden Muhammad Mursi tidak lagi menduduki jabatannya. Mereka menunjuk ketua mahkamah konstitusi menjalankan pemerintahan sementara.

Masih lekat dalam ingatan saat lelaki bertubuh gempal ini terpilih oleh suara rakyat. Lapangan Tahrir, Ibu Kota Kairo menjadi saksi terangkatnya sekaligus terhempaskannya Mursi dari singgasana kepresidenan. Stasiun televisi Al Arabiya melansir (3/7), keputusan melengserkan Mursi dilakukan militer setelah berbincang cukup lama dengan pelbagai kalangan termasuk tokoh agama, sosial budaya, petinggi angkatan bersenjata lainnya. Mereka pun sepakat dengan rakyat, atau lebih tepatnya oposisi, Mursi harus mundur demi kepentingan negara dan rakyat. "Kami bersumpah selalu bersama rakyat," ujar Sisi.

Tepat pukul 19.00 waktu setempat militer mengumumkan Mursi tak lagi menjadi Presiden. Mereka menunjuk penggantinya yakni Adly Mansur. Militer juga mencabut konstitusi reformasi dicanangkan Mursi saat dirinya terpilih. Menurut Sisi, Mursi gagal memenuhi keinginan rakyat Mesir termasuk dalam perubahan kondisi ekonomi semakin memburuk. Sisi juga menyerukan terbentuknya komite rekonsiliasi nasional dan melibatkan kaum muda Mesir.

Mursi memang presiden penuh dilema. Baru saja dilantik menjadi presiden warganya sudah membuat meteran elektronik guna menghitung kemajuan pemerintahannya dalam 100 hari. Bahkan jika tidak mampu kerja di 100 hari pertama, Mursi terancam lengser. Namun puncaknya setahun ini Mursi dianggap gagal total menjalani program kerja pemerintah pro rakyat.

Militer menyampaikan kemunduran paksa Mursi lewat televisi milik pemerintah. Mendengar pernyataan militer demonstran anti-Mursi merayakan dengan menyalakan kembang api di Lapanghan Tahrir, Ibu Kota Kairo. [din]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Mesir
  3. Konflik Mesir
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini