Saat AS Ketar-ketir karena China Berambisi Jadi Pemimpin Dunia

Kamis, 4 Juli 2019 08:22 Reporter : Pandasurya Wijaya
Saat AS Ketar-ketir karena China Berambisi Jadi Pemimpin Dunia Trump dan Xi Jinping. ©2019 REUTERS/Kevin Lamarque

Merdeka.com - Pemerintah Amerika Serikat memperingatkan Israel tentang risiko keamanan ketika China memperkenalkan teknologi jaringan 5G ke dunia.

John Rood, tokoh senior Pentagon untuk kebijakan dari Kementerian Pertahanan dua hari lalu mengatakan, kepemimpinan China saat ini tengah menantang tatanan dunia global yang sudah ada sejak Perang Dunia Kedua dan kondisi itu mengancam keamanan nasional AS.

Rood saat ini sedang mengunjungi Israel dan bertemu dengan sejumlah pejabat penting termasuk Penasihat Keamanan Nasional Israel Meir Ben-Shabbat. Dalam wawancara dengan Haaretz, Rood juga menyinggung soal krisis antara AS dengan Iran di Teluk Persia dan kemungkinan bisa berdampak terhadap Israel.

"Hubungan antara AS dengan China kompetitif," kata Rood, seperti dilansir laman Haaretz, Rabu (3/7). "Kami akan berkompetisi secara ekonomi, tapi kami tidak ditakdirkan untuk menjadi musuh."

"Masalah terbesar adalah kami melihat China dan para pemimpinnya memilih untuk menantang tatanan dunia. Ambisi mereka adalah menjadi pemimpin terkuat dunia," kata Rood. "Yang menjadi kekhawatiran kita adalah di saat AS dan Israel saling mendukung nilai-nilai dan menjaga keamanan dunia, menghormati kebebasan, perdagangan bebas, kebebasan berpendapat, menghormati kedaulatan negara lain, hak intelektual, inovasi--yang kita lihat dari China adalah para pemimpin mereka memilih untuk menantang tatanan internasional dari semua nilai-nilai itu."

001 pandasurya wijaya

©Gilad Kavalerchik

"Kita sudah melihat kebangkitan kemampuan militer China. Kita lihat China ingin menguasai kawasan di lautan, melecehkan tetangga mereka. Kita tidak takut dengan kebangkitan China tapi di luar itu ada ancaman. Kami melihat ini sebagai ancaman jangka panjang bagi keamanan nasional dan bagaimana cara kita hidup saat ini."

Menurut Rood, AS tidak meminta Israel untuk menghindari semua kesepakatan dengan China.

"Yang menjadi kekhawatiran kita adalah kita sudah melihat bagaimana China menjadi predator ekonomi di berbagai belahan dunia. Aktivitas mereka tidak sepenuhnya untuk kepentingan komersial, tapi badan keamanan China memanfaatkan kesepakatan ekonomi. Ada hubungan cukup dekat antara negara dengan sektor swasta."

Rood jelas menyebut kaitan antara pemerintah China dengan perusahaan teknologi Huawei yang bagi AS dipandang sangat berisiko. AS bahkan sudah meminta sejumlah negara sekutunya untuk tidak membeli teknologi jaringan selular 5G dari perusahaan China itu.

"China dan Huawei mencuri teknologi dari negara-negara seperti T-mobile. Ini sangat mengkhawatirkan karena ada risikonya bagi sekutu kami. Ini situasi yang berbeda dengan apa yang pernah kami hadapi saat Perang Dingin. Ketika perdagangan terkait dengan situasi yang bisa mengancam keamanan nasional, itulah yang dikhawatirkan," kata Rood. [pan]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini