Rusia yakin militernya bisa tumpas habis ISIS

Selasa, 6 Oktober 2015 14:32 Reporter : Muhammad Radityo
Rusia yakin militernya bisa tumpas habis ISIS Pangkalan udara Rusia di Suriah. ©2015 REUTERS/Ministry of Defence of the Russian Federation

Merdeka.com - Federasi Rusia sejak pekan lalu resmi terjun memerangi Negara Islam Irak dan Suriah. Sebuah pangkalan udara di Heymin, Suriah, menjadi saksi kesibukan jet Sukhoi SU-25 Negeri Beruang Merah sebelum dan sesudah membombardir markas-markas ISIS.

Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Mikhail Galuzin dalam konfrensi persnya menegaskan Rusia sangat yakin akan sukses menyerang kelompok teroris berpaham khilafah yang menyebar di Afrika dan Timur Tengah itu.

"Kami telah menyertakan pasukan militer Rusia dalam memerangi kelompok teroris di Afrika dan Timur Tengah dan hal ini adalah legal," ucap Galuzi di kediamannya di Jakarta Selatan, Selasa (6/10).

Kendati demikian, Galuzin menyayangkan pemberitaan miring terkait serangan udara Rusia yang dikabarkan membunuh warga sipil dan anak kecil di Suriah. Dia menuding isu-isu itu dilontarkan oleh media Barat.

"Kami sangat kecewa akan pemberitaan tersebut padahal serangan kita belum dimulai, dan pasukan militer kami selalu memberi penjelasan seterbuka mungkin terkait apa yang telah kami lakukan, dan target apa yang akan dilumpuhkan," ungkapnya.

Lebih jauh Dubes Galuzin menambahkan bila apa yang hendak dilakukan Rusia ini sudah menjalani prosedur legal dan sudah dipresentasikan sebelum maju ke medan perang.

"Hal ini sudah kami (Rusia) paparkan sebelumnya, dan akan menjalani masa awal selama lima bulan, dan bila hasilnya positif maka kami akan teruskan, namun memang tidak untuk selamanya kami berada disana (Suriah)," pungkas Galuzin.

Sejak akhir pekan lalu, jet tempur Rusia jenis Sukhoi Su-34, Su-24M, serta Su-25 telah menyerang obyek vital dikuasai ISIS di Kota Hama, Homs, Idlib, serta Latakia.

Amerika Serikat dan sekutunya di Barat mengecam langkah Rusia yang bisa menyebabkan kondisi Suriah memburuk kalau tidak hati-hati. Terutama jika bekas negara komunis ini malah menyerang basis pemberontak anti-Assad, tanpa serius membasmi ISIS yang terus merecoki semua pihak. [ard]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini