Rusia Tanggapi Ancaman Turki: Kami Tidak Akan Berhenti Dukung Pemerintah Suriah

Kamis, 20 Februari 2020 14:12 Reporter : Hari Ariyanti
Rusia Tanggapi Ancaman Turki: Kami Tidak Akan Berhenti Dukung Pemerintah Suriah tentara Turki di Suriah. ©Getty

Merdeka.com - Perwakilan tetap Rusia untuk PBB, Vasily Nebenzia mengumumkan pada Rabu negaranya akan terus mendukung pemerintahan sah di Suriah dalam memerangi terorisme.

"Kami tidak akan berhenti mendukung pemerintahan sah di Suriah, yang sedang berperang melawan terorisme internasional," jelasnya saat sidang Dewan Keamanan PBB, dikutip dari Almasdar News, Kamis (20/2).

"Kami akan melanjutkan upaya kami untuk normalisasi situasi di Suriah. Kami memandang penting membangun ikatan bersejarah antara sejumlah kelompok etnis di Suriah, yang menderita parah saat ada upaya menghancurkan negara itu," lanjutnya.

"Mereka harus berhenti melindungi militan. Menyiapkan dalih politik untuk para teroris, menggambarkan mereka sebagai revolusioner, dan memaksa pemerintah Suriah bernegosiasi dengan mereka tak akan berhasil."

Nebinzia menunjukkan penyelesaian politik di Suriah hanya mungkin dengan upaya Suriah sendiri. "Tentu saja, kita semua ingin melihat kemajuan di jalur politik, tetapi tekanan atau memberikan solusi yang siap berarti melanggar prinsip yang kita semua sepakati. Rakyat Suriah harus memutuskan nasib mereka."

1 dari 1 halaman

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov mengonfirmasi bahwa Rusia mendukung tentara Suriah di Idlib dan akan terus melakukannya. Lavrov mengatakan dalam sebuah konferensi pers setelah bertemu dengan timpalannya dari Yordania.

"Garis demiliterisasi belum ditetapkan di sepanjang wilayah Idlib; selain itu, penembakan berlanjut dari zona de-eskalasi di situs-situs tentara Suriah, dan target-target sipil dan ada upaya untuk menyerang pangkalan kami di Hmeimim .

"Kami siap bekerja dengan Turki, pada tingkat tertinggi," seraya menekankan bahwa tidak ada persiapan untuk bertemu dengan Putin dan Erdogan. [pan]

Baca juga:
Turki Peringatkan China, Tak Semua Uighur Itu Teroris
Ancaman Erdogan dan Bentrokan Turki-Rusia di Suriah yang Tak Terelakkan
Situasi Kian Genting, Turki Kirim 300 Kendaraan Militer ke Suriah
Pertama Kali Setelah 9 Tahun, Perang Besar Turki-Suriah di Ambang Mata
Trump, Turki Minta Rusia Berhenti Dukung Rezim Suriah
Pesawat Tergelincir Hingga Terbelah di Turki, Tiga orang Tewas

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini