Rusia Kerahkan Militer Tangani Kebakaran Hutan di Siberia

Kamis, 1 Agustus 2019 10:59 Reporter : Merdeka
Rusia Kerahkan Militer Tangani Kebakaran Hutan di Siberia desa terpencil Yukagir di utara Siberia. ©Daily Mail

Merdeka.com - Presiden Rusia Vladimir Putin mengerahkan militer untuk memerangi kebakaran hutan yang telah berkecamuk di hamparan luas Siberia selama berhari-hari, menutup sejumlah kota dalam asap hitam. Pemerhati lingkungan telah memperingatkan skala kobaran api dapat mempercepat pemanasan global, selain dari efek langsungnya terhadap kesehatan penduduk.

Sekitar 3 juta hektar lahan di wilayah pusat dan timur Rusia terbakar sejak Rabu. Asap pekat mempengaruhi permukiman kecil serta kota-kota di Siberia Barat, wilayah Altai, dan juga dataran tinggi Ural seperti Chelyabinsk dan Yekaterinburg. Demikian dilansir dari The Guardian, Kamis (1/8).

Dampak lain dari kebakaran ini banyak jadwal penerbangan dari dan menuju daerah terkait terganggu.

"Setelah meninjau laporan dari Menteri Situasi Darurat, Presiden Putin menginstruksikan Kementerian Pertahanan untuk bergabung dalam upaya memadamkan api," kata juru bicara Kremlin kepada media Rusia.

Sekitar 2.700 petugas pemadam kebakaran tengah berupaya memadamkan api, lapor kantor berita Interfax.

Kementerian Pertahanan menyampaikan, 10 pesawat dan 10 helikopter telah dikirim ke wilayah Krasnoyarsk, salah satu yang paling parah terkena dampak kebakaran. Menurut Juru bicara Kremlin, pasukan bersenjata di wilayah Irkutsk yang terkena dampak parah juga telah disiagakan, tetapi tidak memberikan rincian lebih lanjut.

Badan Kehutanan Federal Rusia menyatakan, kebakaran dipicu badai petir dalam suhu melebihi 30 derajat Celsius dan meluas akibat tiupan angin kencang. Keadaan darurat telah diumumkan di lima wilayah. Warga beramai-ramai mengunggah foto dan video ke media sosial, yang menunjukkan jalan-jalan penuh asap dan matahari hampir tidak terlihat.

Kebakaran ini terjadi di daerah terpencil atau tidak dapat diakses. Pihak berwenang membuat keputusan untuk memadamkannya hanya jika kerusakan yang diperkirakan melebihi perkiraan kerugian.

Sementara itu, sebuah petisi yang diluncurkan di change.org sepekan lalu, yang menyerukan pihak berwenang Rusia untuk melakukan lebih banyak upaya memerangi kebakaran, telah mengumpulkan lebih dari 800.000 tanda tangan. Kebakaran musim panas adalah hal biasa di Rusia, tetapi tahun ini menyebar lebih luas dari biasanya.

Menurut perwakilan Greenpeace lokal, hampir 12 juta hektar hutan telah hancur pada tahun ini, menyebabkan emisi CO2 yang signifikan dan mengurangi kapasitas hutan di masa depan untuk menyerap karbon dioksida.

Seorang juru bicara untuk kelompok lingkungan terkait mengatakan kepada stasiun radio Echo dari Moskow, bahwa keterlibatan militer tidak akan secara drastis memperbaiki situasi.

Gregory Kuksin, yang memimpin program pencegahan kebakaran Greenpeace Rusia, mengatakan bahwa penempatan unit tentara ke hutan dapat lebih membahayakan operasi daripada kebaikan. Dia juga mengkritik pihak berwenang karena apa yang mereka katakan adalah tanggapan yang tertunda terhadap krisis, bukan solusi untuk masalah terkini.

Reporter: Happy Ferdian Syah Utomo
Sumber: Liputan6 [pan]

Topik berita Terkait:
  1. Rusia
  2. Kebakaran Hutan
  3. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini